
Direktur Utama PT Bio Farma Shadiq Akasya mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai kegiatan Kick Off Radiofarmaka di Fasilitas Cyclotron Bio Farma di Bekasi. (Rubby Jovan/Antara)
JawaPos.com–Perusahaan induk (holding) BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero) menyiapkan produksi radiofarmaka, hasil perkembangan teknologi kedokteran nuklir untuk mendeteksi kanker secara dini.
Direktur Utama PT Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan, produksi radiofarmaka merupakan bentuk komitmen dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan angka harapan hidup pasien kanker di Indonesia.
”Bio Farma menyadari bahwa radiofarmaka akan menjadi bagian penting dari ekosistem kesehatan masa depan dan kami akan terus mengembangkan produk-produk yang memenuhi kebutuhan masyarakat dengan teknologi yang lebih modern,” kata Shadiq saat kegiatan Kick Off Radiofarmaka di Fasilitas Cyclotron Bio Farma di Bekasi seperti dilansir dari Antara, Senin (9/9).
Menurut dia, saat ini kanker merupakan penyebab kematian kedua di dunia, dengan 9,6 juta kematian per tahun. Sedangkan di Indonesia terdapat 136 kasus kanker per 100 ribu penduduk atau peringkat ke-8 di Asia Tenggara.
Menurut dia, produksi radiofarmaka akan menunjukkan pentingnya deteksi dini dalam menangani penyakit kanker guna menurunkan angka kematian. ”Hal ini menjadi solusi yang sangat diharapkan bagi pasien dengan penyakit yang sulit terdeteksi pada tahap awal,” terang Shadiq Akasya.
Sebagai bagian dari BUMN, PT Bio Farma berkomitmen untuk memprioritaskan kebutuhan produksi radiofarmaka dalam negeri yang disesuaikan dengan permintaan rumah sakit di Indonesia yang telah memiliki alat pendeteksi kanker atau Positron Emission Tomography (PET) Scan.
”Kami berkomitmen untuk mendukung kemandirian bangsa di bidang kesehatan termasuk dalam pengembangan produk radiofarmaka yang merupakan produk kesehatan modern yang berbasis teknologi nuklir yang memiliki peran sangat penting dalam diagnostik berbagai penyakit,” tutur Shadiq Akasya.
Shadiq menambahkan, dengan adanya produksi radiofarmaka dalam negeri, masyarakat Indonesia diharapkan dapat lebih mudah mendapatkan akses pada teknologi diagnosis kanker yang canggih tanpa harus berobat ke luar negeri.
”Jangan sampai kita untuk periksa deteksi kanker selalu ke luar negeri, di Indonesia sekarang sudah ada produk tersebut dari Bio Farma,” kata Shadiq.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi kepada Bio Farma atas upaya mereka dalam memproduksi radiofarmaka yang merupakan bahan penting untuk mendukung alat deteksi kanker PET Scan. Langkah Bio Farma untuk memproduksi radiofarmaka merupakan tonggak penting dalam meningkatkan akses dan keterjangkauan layanan kesehatan di Indonesia.
”Terima kasih kepada Bio Farma yang sudah merealisasikan pabrik cyclotron komersial pertama untuk memproduksi radiofarmaka yang merupakan bahan baku yang sangat diperlukan rumah sakit-rumah sakit yang memiliki PET Scan,” papar Budi.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
