
ilustrasi sedot lemak. (Very well health)
JawaPos.com – Tren sedot lemak saat ini banyak diminati oleh kaum hawa. Cara instan untuk menguruskan badan ini juga dianggap memiliki mitos.
Apalagi, masyarakat Indonesia baru saja digegerkan dengan kasus kematian seorang perempuan karena tindakan sedot lemak.
Sebagaimana dilansir dari Halodoc, pengertian sedot lemak adalah tindakan pembedahan dengan prosedur hisap untuk menghilangkan lemak di area tertentu pada tubuh.
Dalam bahasa medis, tindakan ini juga dikenal sebagai lipoplasti. Namun, seperti halnya prosedur medis dan kosmetik lainnya, ada banyak mitos yang mengenai prosedur ini.
Simak apa saja mitos-mitos mengenai perawatan ini?
Mitos dan Fakta Mengenai Sedot Lemak"
1. Sedot lemak menjadi cara menurunkan berat badan yang praktis
Nyatanya, ini hanyalah mitos. Prosedur ini tidak dapat menurunkan berat badan secara mudah. Perawatan ini hanya akan menghilangkan lemak-lemak pada area tubuh tertentu saja.
Untuk menurunkan berat badan, kamu tetap perlu untuk menjalankan pola makan sehat, rutin olahraga, dan konsultasi ke dokter gizi apabila dibutuhkan.
2. Hasil sedot lemak permanen
Ini juga mitos yang perlu kamu luruskan. Sedot lemak memang bisa menghilangkan lemak dari beberapa bagian tubuh.
Namun, jika setelah melakukannya kamu tidak menerapkan gaya hidup sehat dan berolahraga, maka kemungkinan besar lemak dapat kembali pada bagian tersebut.
3. Perawatan ini dapat mengencangkan kulit
Ini merupakan mitos lain seputar sedot lemak. Prosedur ini hanya menargetkan jaringan lemak saja, tetapi tidak dapat mengencangkan kulit.
Jadi, sebaiknya konsultasikan lagi dengan dokter mengenai kulit yang mengendur setelah kamu melakukan prosedur ini.
