Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juli 2024 | 05.20 WIB

Ahli Gizi Sebut Picky Eater pada Anak Berikan Dampak Buruk pada Tumbuh Kembangnya

Ilustrasi anak picky eater. (Pexels) - Image

Ilustrasi anak picky eater. (Pexels)

JawaPos.com–Istilah picky eater sudah tidak asing di telinga masyarakat. Picky eater merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang pilih-pilih dalam makanan atau menolak makanan tertentu.

Menurut Nutrisionis Rawat Inap Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kiara Jakarta Ariek Ratnawati, S.Gz, picky eater pada anak dapat memberikan sejumlah dampak buruk pada tumbuh kembang.

”Makanan yang monoton atau itu-itu saja dikhawatirkan membuat anak kekurangan zat gizi tertentu, yang seharusnya bisa didapatkan dengan variasi makanan lain,” terang Ariek.

Melansir laman Antara, dia menyebut jika picky eater dapat terjadi akibat beberapa hal. Seperti kurangnya eksplorasi pada makanan, adanya masalah pada kemampuan makan (oromotor) anak, atau gangguan sensorik lain.

Tak hanya itu, orang tua yang juga tidak menyukai beberapa jenis makanan tertentu dapat memberikan pengaruh. Hal itu bisa jadi karena mereka yang jarang atau tidak memperkenalkan makanan tersebut sama sekali.

Bila hal itu terus berlanjut, Ariek Ratnawati mengatakan, akan berbahaya bagi kelengkapan asupan gizi anak yang dapat menunjang tumbuh kembang jadi lebih optimal. Imun anak akan turun dan mudah terkena penyakit.

”Mungkin anak suka menu nasi dan telur setiap hari tanpa buah atau sayur. Dari segi zat karbohidrat dan protein mungkin sudah terpenuhi, namun vitamin dan mineral bisa kurang,” ujar Ariek Ratnawati.

Oleh sebab itu, Ariek menekankan pentingnya memperkenalkan makanan bervariasi baik dari segi jenis dan zat gizi secara bertahap. Selain itu, melatih kemampuan makan, hingga memantau tumbuh kembang anak mulai dari berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala bila anak kurang dari dua tahun.

”Bagi orang tua yang ingin melatih kemampuan makan anak dapat mulai dengan membantu anak mengeksplor makanan dengan cara memberi makanan yang bertekstur atau rasa baru atau memberi kesempatan dengan menyuapi menggunakan sendok lain,” terang Ariek Ratnawati.

Guna mengurangi tekanan di meja makan, menurut dia, orang tua dapat meningkatkan nafsu makan anak dengan menghidupkan suasana yang menyenangkan melalui mengajak anak bernyanyi atau mengobrol.

”Tapi yang jelas pastikan anak makan dan minum sambil duduk serta minim distraksi seperti gadget atau TV,” jelasnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore