Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juli 2024 | 02.47 WIB

Cedera karena Olahraga? Lakukan 4 Tindakan RACE Ini Kata Dokter Orthopedi

Ilustrasi layanan orthopedi di RS Pelni - Image

Ilustrasi layanan orthopedi di RS Pelni

JawaPos.com - Aktivitas olahraga adalah kewajiban bagi tiap orang untuk menyehatkan dan menyegarkan tubuh. Beberapa orang bahkan menjadikan olahraga sebagai mata pencahariannya.

Namun, sebagai aktivitas fisik yang cukup berat, olahraga seringkali membuat seseorang akhirnya berakhir cedera. Dengan pengetahuan yang terbatas terkait aktivitas olahraga, seseorang bisa saja akhirnya mengalami sejumlah cedera yang rerata bermasalah pada sistem muskuloskeletal (otot, tulang, sendi, ligamen, saraf).

Sebagai salah satu gangguan muskuloskeletal, cedera yang dialami selama aktivitas olahraga seringkali terjadi secara mendadak. Hal itu bisa terjadi melalui berbagai mekanisme, tergantung kepada jenis olahraga, intensitas aktivitas, hingga kondisi fisik atlet.

Beberapa yang sering terjadi antara lain rupture ligament, patah tulang, kerusakan tulang rawan, hingga tendinitis.

Oleh karena itu, Dokter Spesialis Orthopedi, Konsultan Hip & Knee, Sport Medicine RS Pelni dr Fajar Mahda, SpOT (K) mengatakan, penanganan yang tepat dan pencegahan cedera karena olahraga sangat penting.

Cara penanganan cedera akibat olahraga yang paling utama dilakukan, katanya adalah dengan metode RACE, yaitu rest, ice, compression, dan eleveation. "Penanganan cedera ortopedi bagi atlet memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi untuk memastikan pemulihan yang cepat dan mengurangi risiko cedera berulang," ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/7).

"Saat mengalami cedera, akan ada penanganan awal yang dilakukan, yakni Rest (istirahat), Ice (kompres es batu untuk hilangkan peradangan) Compression (pembalutan), dan Elevation (pengangkatan)," sambung dr. Fajar.

Cedera saat olahraga sendiri, katanya, memerlukan rehabilitasi fisik untuk memperkuat otot, meningkatkan fleksibilitas, dan mengembalikan fungsi normal lewat fisioterapi.  "Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin demi memantau kemajuan dan menyesuaikan program perawatan," tegasnya.

Setelah mengalami cedera dan ditangani awal dengan metode RACE, dr. Fajar menyebut bahwa orang tersebut mesti segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT RS Pelni Ary Setyo Nugroho mengatakan bahwa sebagai RS yang kini memiliki Merial Tower telah enghadirkan layanan terbarunya yaitu Orthopedic Center.

“Guna terus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, RS Pelni meluncurkan layanan unggulan terbaru yaitu Orthopedic Center," ungkapnya. "Layanan baru ini siap hadir untuk menjadi pusat rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan ortopedi yang berkualitas dan komprehensif. Kami berharap masyarakat bisa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tulang, otot, dan sendi, serta lebih proaktif dalam mencegah dan menangani masalah muskuloskeletal sejak dini," tambah Ary Setyo. (*)

Direktur Komersial IHC Pertamina Harmeni Wijaya menambahkan, Orthopedic Center di RS Pelni didukung teknologi canggih seperti MRI 1.5 Tesla, MSCT Scan 128 Slices, dan C-ARM, serta keberadaan dokter spesialis yang berpengalaman.

"Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan terbaik. Melalui inovasi ini, kami berharap RS Pelni dapatsemakin memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan kesehatan unggulan di Indonesia, sejalan dengan visi IHC untuk menjaga dan meningkatkan mutu layanan secara berkelanjutan," tandasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore