Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juli 2024 | 02.18 WIB

Demensia Jadi Penyebab Kematian Terbesar ke-5 Secara Global! Simak dan Pahami Perbedaan Alzheimer dan Demensia

Ilustrasi penderita demensia alzheimer.




JawaPos.Com  - Penyakit demensia dan alzeimer acapkali disalah artikan oleh banyak orang.

Hal ini dikarenakan, penyakit demensia dan alzheimer dianggap sama.

Secara umum, penyakit demensia dan alzheimer memang menyerang lansia di atas umur 65 tahun.

Namun, penyakit demensia dan alzheimer bukanlah kondisi yang bisa disamakan.

Meski sama-sama menyerang daya ingat, namun demensia dan alzheimer memiliki banyak perbedaan yang cukup signifikan.

Dilansir melalui laman healthline.com, Jumat (12/7), demensia adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan gejala yang mempengaruhi memori, kinerja aktivitas sehari-hari, dan kemampuan berkomunikasi.

Sementara alzheimer merupakan jenis demensia yang paling umum dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu karena mempengaruhi ingatan, bahasa, dan pikiran.

Seseorang dapat menderita lebih dari satu jenis demensia, hal ini dikenal sebagai demensia campuran.

Baca Juga: Benarkah Demensia Bisa Dicegah dengan Rutin Konsumsi Strawberry? Simak Fakta serta Penelitiannya!

Orang dengan penderita demensia campuran memiliki gejala dari dua atau lebih jenis demensia dan diagnosis demensia campuran hanya dapat dipastikan melalui hasil pemeriksaan.

Hal ini dapat berdampak besar pada kemampuan yang berfungsi secara mandiri dan menjadi penyebab utama kecacatan kalangan lanjut usia.

Demensia juga menjadi penyebab kematian kelima secara global dan kasusnya diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat dalam 30 tahun ke depan.

Lebih lanjut, demensia adalah istilah yang diterapkan pada sekelompok gejala yang berdampak negatif pada ingatan.

Sementara  Alzheimer adalah penyakit progresif spesifik pada otak yang secara perlahan menyebabkan gangguan pada memori dan fungsi kognitif.

Biasanya, penderita penyakit Alzheimer, akan mengalami sel-sel mati otak dan hubungan antar sel otak perlahan terputus.

Baca Juga: 5 Manfaat Buah Delima, Ternyata Mampu Mencegah Alzheimer

Salah satu gejala umumnya yaitu adanya penumpukan protein abnormal di otak yang disebut plak.

Plak adalah kumpulan protein padat yang dapat menghalangi komunikasi antar neuron.

Pada penyakit Alzheimer stadium lanjut, otak menunjukkan penyusutan yang signifikan.

Perubahan di otak mungkin terjadi satu dekade atau lebih, sebelum gejalanya muncul.

Lebih lanjut dikutip melalui situs alzi.or.id, Demensia terjadi ketika otak mengalami kerusakan karena penyakit, seperti stroke atau penyakit Alzheimer.

Tetapi, belum ada faktor utama yang telah jelas terkait penyebab penyakit Alzheimer.

Beberapa faktor kemungkinan seperti usia, pembawaan genetik, faktor lingkungan, gaya hidup dan kesehatan umum.

Namun, pada beberapa orang, penyakit ini dapat berkembang diam-diam selama bertahun-tahun hingga gejalanya muncul.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore