Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juni 2024 | 02.22 WIB

Benarkah Makan Lebih Banyak Tomat Dapat Membantu Menurunkan Resiko Tekanan Darah? Simak Penjelasannya

ilustrasi jus tomat. (Freepik)

JawaPos.com – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi satu buah tomat besar setiap hari dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung pada orang dewasa berusia 55 tahun ke atas.

Tomat adalah salah satu makanan utama yang direkomendasikan oleh American Heart Association (AHA) untuk membantu mengelola tekanan darah tinggi karena kandungan kaliumnya yang tinggi, yang dikenal efektif dalam mengurangi hipertensi seperti yang telah diwartakan oleh everydayhealth.

Dalam studi yang melibatkan lebih dari 7.000 orang dewasa berusia antara 55 dan 80 tahun di Spanyol, ditemukan bahwa mengonsumsi satu buah tomat besar (sekitar 4 ons) setiap hari dapat menurunkan risiko hipertensi sebesar 36 persen.

Menurut Rosa Maria Lamuela-Raventós, MD, direktur Institute for Research in Nutrition and Food Safety dan profesor di Universitas Barcelona, konsumsi tomat bisa berperan penting dalam pencegahan dan pengelolaan tekanan darah tinggi.

Penelitian yang dipublikasikan pada bulan November di European Journal of Preventive Cardiology ini mengamati para peserta selama tiga tahun.

Hampir 60 persen dari mereka adalah perempuan, dan lebih dari 82 persen telah memiliki tekanan darah tinggi pada awal penelitian.

Semua peserta memiliki faktor risiko tinggi untuk penyakit jantung, seperti diabetes, merokok, kolesterol tinggi, obesitas, atau riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular.

Untuk menurunkan risiko penyakit jantung terkait dengan konsumsi tomat yang tinggi, para peneliti mengkategorikan individu dengan hipertensi menjadi tiga kelompok yakni Hipertensi derajat 1 (sistolik 140-159 mmHg dan diastolik 90-99 mmHg), Hipertensi derajat 2 (sistolik 160-179 mmHg dan diastolik 100-109 mmHg), dan Hipertensi derajat 3 (sistolik 180 mmHg atau lebih tinggi dan diastolik 110 mmHg atau lebih tinggi).

Tekanan darah normal menurut AHA adalah kurang dari 120 sistolik dan kurang dari 80 diastolik. Selama penelitian, para peserta mengisi kuesioner tentang pola makan dan aktivitas fisik mereka.

Konsumsi tomat harian mereka ditentukan dari berbagai item dalam kuesioner makanan, seperti tomat mentah, saus tomat, dan gazpacho, sup tomat dingin dari Spanyol. Secara keseluruhan, Dr. Lamuela-Raventós dan timnya menemukan hubungan antara konsumsi tomat yang lebih tinggi dan penurunan tekanan darah.

Selain penurunan risiko hipertensi keseluruhan sebesar 36 persen pada kelompok konsumsi tertinggi dibandingkan dengan konsumsi terendah, mereka juga mengamati penurunan signifikan dalam tekanan darah diastolik (turun 0,65 mmHg) pada mereka yang mengonsumsi tomat dalam jumlah sedang dibandingkan dengan kelompok konsumsi terendah.

Sean Heffron, MD, seorang ahli jantung preventif dari Pusat Pencegahan Penyakit Kardiovaskular di NYU Langone Heart di New York City, mencatat bahwa penelitian ini terbatas karena sebagian besar datanya dilaporkan sendiri dan hasilnya didasarkan pada analisis observasional.

Namun, dia menyebutkan bahwa data uji klinis acak mendukung pola makan kaya biji-bijian, buah-buahan segar, dan sayuran untuk menurunkan tekanan darah, sesuai dengan pedoman dari American College of Cardiology dan American Heart Association.

Dr. Heffron memperingatkan agar tidak berfokus pada tomat sebagai ‘makanan ajaib’ dan menyarankan untuk mempertimbangkan tomat sebagai bagian dari pola makan yang bervariasi dan menyehatkan jantung.***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore