Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juni 2024 | 18.03 WIB

Butuh Ongkos Mahal, Biaya Pengobatan TB Dua Kali Lipat Upah Minimum Jogjakarta

Tampilan paparan layar presentasi penelitian terkait biaya pengobatan TB anak oleh BRIN.

JawaPos.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuat penelitian penanganan kasus tuberkulosis (TB). Khususnya dari sisi pembiayaan. Hasilnya, pembiayaan penyakit TB cukup besar. Bahkan rata-rata biaya pengobatan TB mencapai dua kali lipatnya upah minimum regional (UMR) Provinsi Jogjakarta 2022.

Hasil penelitian tersebut dipaparkan peneliti ahli muda Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN Sinta Dewi Lestyoningrum. Untuk diketahui, saat ini UMR Provinsi Jogjakarta 2022 dipatok Rp 1,8 jutaan per bulan atau dibuat rata-rata sebesar Rp 60 ribuan per hari. Sementara biaya pengobatan TP untuk sekali kunjungan mencapai Rp 119 ribu. 

Kesimpulan penelitian tersebut didapatkan daei penghitungan cost of illness (COI) TB anak berdasarkan perspektif fasilitas kesehatan. "Secara total, pelayan kesehatan tingkat lanjut yang menjadi rujukan pengobatan TB anak setidaknya menghabiskan rata-rata Rp 988 ribu untuk setiap periode pengobatan," kata Sinta dalam keterangannya Kamis (13/6). 

Sinta menjelaskan pada pasien TB anak, menjalani rata-rata delapan kali kunjungan. Perhitungannya dari awal diagnosis hingga dinyatakan sembuh. Baik di rumah sakit (RS) maupun di puskesmas, dengan biaya mencapai Rp 119 ribu per kunjungan.

Hitungan COI TB anak berdasarkan perspektif fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) itu, menghitung seluruh biaya medis yang ditanggung oleh RS selama pengobatan. Tanpa memandang cara pembayaran pasien TB anak. Biaya medis itu belum mencakup biaya langsung non-pengobatan lainnya. Seperti biaya transportasi dan biaya makan atau akomodasi selama pengobatan.

Sementara itu hasil uji ekonometrik menunjukkan bahwa biaya profesional, biaya obat, biaya lab, dan biaya penunjang medis berpengaruh signifikan terhadap besar biaya total pengobatan TB anak. "Biaya profesional ini termasuk konsultasi dengan dokter spesialis, dokter gizi, dan kami temui beberapa pasien TB anak menjalani terapi psikologi," jelas Sinta.

Dia mengatakan biaya obat juga berkontribusi signifikan. Karena beberapa pasien yang dirujuk disertai dengan komplikasi lain. Seperti malnutrisi atau penyakit tambahan lain selama masa pengobatan. Sehingga meningkatkan biaya pengobatan.

"Karena mengalami TB, daya tubuh pasien menurun, sehingga mudah sekali mengalami komplikasi lainnya," tambah dia. Rerata pasien TB anak dalam penelitian ini bervariasi, baik dari jumlah kunjungan dan jenis pengobatan tambahan selain obat TB. Hal ini menjadikan jumlah biaya per pasien akan berbeda dengan yang lain sesuai dengan gangguan bawaan yang mengiringi TB anak.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore