Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juni 2024 | 03.24 WIB

Tinggalkan 8 Kebiasaan Ini Jika Tidak Ingin Mengalami Penurunan Kognitif di Usia 60-an dan Seterusnya 

Ilustrasi kebiasaan yang harus ditinggalkan agar tidak mengalami penurunan kognitif di usia 60an (Freepik) - Image

Ilustrasi kebiasaan yang harus ditinggalkan agar tidak mengalami penurunan kognitif di usia 60an (Freepik)

 
JawaPos.com - Tahukah kamu, bahwa pilihan gaya hidup dapat memengaruhi penurunan kognitif di usia senja?
 
 
Penurunan kognitif bukan hanya tentang lupa di mana kamu meninggalkan kunci, ini tentang bagaimana kesehatan otak kamu memengaruhi kualitas hidup kamu secara keseluruhan seiring bertambahnya usia.
 
Mereka yang ingin menjaga kesehatan kognitif di usia 60an atau lebih, tahu bahwa ada kebiasaan tertentu yang perlu dihilangkan.
 
Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit, Jumat (31/5), jika kamu ingin mengembangkan otak yang lebih sehat dan tajam untuk masa depan yang lebih cerah seiring bertambahnya usia, sebaiknya tinggalkan delapan kebiasaan berikut.
 
1. Sering kurang tidur 
 
Tidur bukan sekedar kemewahan, tetapi kebutuhan untuk kesehatan otak kita. Menutup mata kurang dari tujuh hingga sembilan jam yang direkomendasikan secara teratur dapat lebih merugikan daripada menguntungkan.
 
 
Kurang tidur dapat menyebabkan masalah kognitif yang serius. Coba pikirkan, otak kita menggunakan waktu tidur untuk fungsi-fungsi penting seperti konsolidasi memori dan membersihkan racun.
 
Ketika kita mempersingkat waktu tidur kita, ada dasarnya kita mengabaikan waktu pemulihan penting bagi otak kita. Bahkan penelitian telah menunjukkan hubungan kuat antara kurang tidur dengan penurunan kognitif.
 
2. Menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak 
 
Aktivitas sangat penting untuk kesehatan kita secara keseluruhan. Tapi tahukah kamu bahwa hal ini juga memainkan peran penting dalam kesehatan otak kita?
 
Penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara teratur meningkatkan kesehatan otak dengan meningkatkan aliran darah dan mendorong pertumbuhan sel-sel otak baru.
 
3. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan 
 
Tahukah kamu bahwa minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan penurunan kognitif? Alkohol dapat menggangu jalur komunikasi di otak sehingga menyebabkan hilangnya ingatan dan kesulitan konsentrasi.
 
Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penyusutan lobus frontal otak yang penting untuk fungsi seperti perencanaan, pengambilan keputusan, dan pembentukan ingatan.
 
 
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di The BMJ, minum alkohol dalam jumlah sedang pun dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif.
 
Studi tersebut menemukan bahwa orang paruh baya yang minum antara 15 dan 20 minuman per minggu, tiga kali lebih mungkin mengalami atrofi hipokampus, suatu bentuk kerusakan otak yang memengaruhi memori dan navigasi spasial.
 
4. Terlalu stres 
 
Kita semua mengalami stres dalam hidup, mulai dari deadline pekerjaan hingga masalah pribadi hampir tidak biasa untuk dihindari. Namun, stres tingkat tinggi yang terjadi secara terus-menerus dapat merusak kesehatan otak kita.
 
Stres kronis melepaskan hormon yang disebut kortisol yang seiring waktu dapat merusak otak dan menyebabkan masalah memori dan penurunan kognitif. Namun jangan putus asa, mengelola stres bisa dilakukan.
 
Entah melalui meditasi, yoga, latihan pernafasan dalam, atau sekedar meluangkan waktu untuk diri sendiri. Menemukan cara efektif untuk mengelola stres dapat membantu menjaga kesehatan kognitif.
 
 
5. Mengabaikan hubungan sosial 
 
Pada dasarnya kita adalah makhluk sosial, di mana hubungan dan koneksi kita dengan orangain memainkan peran penting dalam kebahagiaan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Tapi tahukah kamu bahwa hal ini juga berdampak pada kesehatan kognitif kita?
 
Isolasi dan kurangnya keterlibatan sosial dapat menyebabkan penurunan kognitif. Ini bukan hanya tentang perasaan kesepian, ini tentang bagaimana kesehatan otak kita terkait dengan interaksi sosial kita.
 
6. Mengabaikan rangsangan mental 
 
Menjaga otak tetap aktif dan terlibat sangat penting untuk menjaga kesehatan kognitif. Sama seperti otot, otak kita juga perlu latihan teratur agar tidak mengalami penurunan kognitif.
 
Aktivitas yang menantang otak seperti teka-teki, membaca, menulis, atau bahkan mempelajari keterampilan atau bahasa baru dapat membantu menjaga pikiranmu tetap tajam dan menunda penurunan kognitif.
 
 
7. Makan makanan yang buruk 
 
Kita semua pernah mendengar pepatah, 'Kamu adalah apa yang kamu makan". Namun ini bukan hanya tentang kesehatan fisik, pola makanmu juga berdampak signifikan pada kesehatan otak.
 
Mengkonsumsi makanan olahan, minuman manis, dan lemak yang tidak sehat dapat berkontribusi terhadap penurunan kognitif. Makanan ini dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif yang lama kelamaan dapat merusak sel-sel otak.
 
Di sisi lain, pola makan yang kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan lemak sehat dapat meningkatkan kesehatan otak. Makanan seperti blueberry, kunyit, dan ikan juga diketahui memiliki khasiat meningkatkan otak.
 
8. Merokok 
 
Jika ada satu kebiasaan yang harus kamu hentikan demi kesehatan kognitif, itu adalah merokok. Hal ini karena merokok membahayakan hampir setiap organ di tubuh, termasuk otakmu.
 
Merokok meningkatkan risiko penurunan kognitif dan menyebabkan demensia. Kerugian akibat merokok tidak hanya terbatas pada perokok itu sendiri, perokok pasif juga dapat berdampak pada kesehatan kognitif.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore