
Ilustrasi kriteria tes kadar kolesterol.
JawaPos.com – Dalam menjalani kehidupan yang sibuk dan serba praktis, kolesterol tinggi telah menjadi musuh tersembunyi bagi kesehatan kita. Seperti yang telah kita ketahui bahwa kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi, bahkan stroke dan berbagai penyakit lainnya.
Hal paling mendasar yang harus kita ingat bahwa penting untuk memahami perbedaan kolesterol dalam tubuh. Kolesterol terbagi menjadi dua jenis: LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik). Jika salah satu jenisnya, terutama LDL memiliki kadar kolesterol tinggi, maka dapat membahayakan kesehatan Anda.
Demi menjaga kesehatan dan menurunkan resiko penyakit berat, hal yang perlu ditekankan di sini adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara keduanya. Namun, bagaimanakah cara mengatasi yang tepat untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi?
Dikutip dari kanal YouTube SB30 Health, dr. Sungadi Santoso telah memberikan sejumlah penjelasan yang tidak hanya informatif, tetapi juga dapat dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi. Dengan langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari, Anda dapat mengambil kendali atas kesehatan Anda dan mengatasi tantangan kolesterol tinggi ini.
Dr. Sungadi menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, otomatis pola makan dan perilaku juga akan berubah. Dr. Sungadi menggambarkan saat masa kecil dulu mungkin saat jam istirahat sekolah kita akan berlari, bermain, dan tertawa. Kemudian saat menjadi dewasa sudah memasuki dunia kerja, mungkin waktu kita akan habis lebih banyak duduk di depan laptop atau komputer yang mengakibatkan tubuh kita menjadi kurang gerak.
Lalu jaman sekarang untuk mendapatkan makanan sudah sangat praktis bisa melalui smaartphone, tidak perlu bergerak lebih untuk memasak atau membeli keluar. Gaya hidup seperti yang digambarkan oleh dr. Sungadi inilah salah satu faktor kolesterol menumpuk.
Apalagi jika ditambah pola makan yang kurang sehat, seperti sering mengkonsumsi makanan yang sudah dimodifikasi misalnya menjadi lebih gurih supaya lebih lezat hanya untuk memanjakan lidah semata. Akan tetapi, sebenarnya tubuh mungkin tidak memerlukan makanan-makanan tersebut.
Jadi dr. Sungadi menerangkan bahwa hal pertama yang dapat dijadikan sebagai “obat alami” yang perlu Anda lakukan adalah merubah gaya hidup Anda, semisal Anda memiliki kebiasaan cuma duduk atau rebahan sepanjang hari, Anda harus tambah aktivitas fisik. Anda dapat melakukan aktivitas fisik yang tak perlu mengeluarkan biaya misalnya seperti, olahraga, jalan-jalan di sekitar lingkungan Anda, lari, dan sebagainya.
Selanjutnya, hal yang perlu Anda lakukan ialah merubah pola makan. Jika Anda suka makan daging merah ditambah gajih yang berupa lemak yang biasanya terdapat di rawon, soto, bakso atau apapun, mulai sekarang coba Anda kurangi memakan hal tersebut terutama Anda yang saat ini usia nya sudah berada diatas 30-40 tahun.
Mengapa hal tersebut perlu dikurangi? dr. Sungadi menjelaskan bahwa lemak atau gajih tersebut mengandung lemak jenuh yang tidak baik untuk kesehatan. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan lemak dalam tubuh Anda dapat perbanyak konsumsi lemak baik, seperti omega-3 yang dapat diperoleh dengan makan ikan terutama ikan laut perairan dalam.
Alternatif lainnya jika Anda tidak menyukai ikan, dapat mengkonsumsi suplemen minyak ikan yang mengandung omega-3. Kemudian bagi vegetarian atau vegan, dr. Sungadi menganjurkan alternatif lain berupa Anda dapat menggunakan minyak rami atau flaxseed oil.
Kemudian Anda perlu juga menambahkan serat dalam makanan yang dapat diperoleh melalui sayur dan atau beras coklat. Biasanya walaupun Anda berkunjung ke dokter, dokter akan menyarankan dapat melakukan terapi non medikamentosa ini terlebih dahulu sebagai “obat alami”. Dengan melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup yang kemudian akan dievaluasi dalam waktu kurang lebih 2-3 bulan. Jika tidak membaik, alias kolesterol tetap tinggi baru akan diberikan obat.
Selanjutnya, dilansir dari kanal YouTube Dr. Emasuperr terdapat 4 tips yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi secara alami tanpa obat yaitu, sebagai berikut :
1. Mengubah Pola Makan
Sama seperti yang telah dianjurkan oleh dr. Sungadi sebelumnya, dr. Ema juga menganjurkan untuk merubah pola makan dengan hindari makanan Tinggi Kolesterol. Misalnya seperti makanan daging merah, makanan tinggi gula, makanan tinggi lemak jenuh, makanan tinggi garam.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
