Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Mei 2024 | 23.08 WIB

Waspadai Gula Tersembunyi, Berikut 11 Alasan Konsumsi Gula Berlebih Buruk Bagi Kesehatan

Ilustrasi- Gula, si manis dengan efek pahit. (Freepik) - Image

Ilustrasi- Gula, si manis dengan efek pahit. (Freepik)

JawaPos.com - Gula, manis dan menggoda, telah lama menjadi bahan pokok dalam pola makan kita, menambah rasa pada segala hal mulai dari makanan penutup hingga hidangan gurih. Namun, konsumsi berlebihan telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli kesehatan di seluruh dunia.

Meskipun gula dalam jumlah kecil mungkin tidak masalah, berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penambahan berat badan hingga kondisi medis serius seperti diabetes tipe 2 dan bahkan kanker.

Dalam pola makan modern, gula tambahan bersembunyi di tempat-tempat yang tidak terduga, mulai dari saus marinara hingga mentega kacang, sehingga mudah untuk melebihi batas harian yang direkomendasikan tanpa disadari.

Melanasir Healthline, studi menunjukkan bahwa rata-rata orang dewasa di Amerika Serikat mengonsumsi sekitar 17 sendok teh gula tambahan setiap hari, merupakan bagian signifikan dari asupan kalori harian mereka.

Konsumsi berlebihan semacam itu telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, pedoman diet merekomendasikan pembatasan asupan gula tambahan menjadi kurang dari 10% dari total kalori. Berikut adalah 11 alasan kuat mengapa mengonsumsi terlalu banyak gula dapat membawa masalah bagi kesehatan Anda:

1. Penambahan Berat Badan

Minuman manis, khususnya, menjadi penyebab dalam meningkatkan tingkat obesitas di seluruh dunia. Kandungan fruktosa yang tinggi dalam minuman ini tidak mampu memuaskan rasa lapar, menyebabkan asupan kalori berlebih dan penambahan berat badan sebagai efek sampingnya.

2. Penyakit Jantung

Diet tinggi gula berkontribusi pada obesitas dan peradangan, meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi dan kadar trigliserida yang tinggi.

3. Jerawat

Gula olahan memicu lonjakan kadar gula darah dan menjadi penyebab peradangan, memperburuk perkembangan jerawat, terutama pada individu dengan diet berindeks glikemik tinggi.

4. Diabetes Tipe 2

Konsumsi gula berlebih menyebabkan obesitas dan resistensi insulin, keduanya merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2.

5. Resiko Kanker

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore