Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 April 2023 | 13.20 WIB

Gaya Hidup Tidak Sehat Bisa Perparah Sumbatan Penyebab Penyakit Jantung Koroner

ilustrasi sakit jantung. (NDTV) - Image

ilustrasi sakit jantung. (NDTV)

JawaPos.com - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Utojo Lubiantori Sp.JP mengatakan gaya hidup tidak sehat yang dijalankan sedari muda dan beberapa faktor risiko lainnya dapat memperparah sumbatan atau plak arterisklerosis pada pembuluh darah sebagai penyebab penyakit jantung koroner (PJK), dikutip dari ANTARA.

"Jadi sebenarnya plak itu bagian dari dinding pembuluh darah, dia tumbuh prosesnya dipercepat dengan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, merokok, kolesterol tinggi, kegemukan, genetik, faktor usia dan lebih banyak jenis kelamin pria," ucapnya dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Selasa malam (4/4).
Dokter yang menamatkan spesialisasinya di Universitas Indonesia ini mengatakan laki-laki dengan pola hidup tidak sehat seperti merokok sedari muda serta adanya faktor risiko dapat meningkatkan risiko PJK dan penyumbatan pada pembuluh darah ketimbang perempuan.
 
Hormon esterogen pada perempuan membuat kelompok jenis kelamin ini memiliki risiko yang bisa dibilang sangat kecil terjadi penyumbatan jika tidak ada faktor risiko yang menyertainya. Namun, angka kejadian PJK pada perempuan bisa sama dengan laki-laki pada saat ia telah memasuki masa manepouse.
Sampai saat ini, penyakit jantung masih menjadi urutan tertinggi penyebab kematian. Ada beberapa macam penyakit jantung yaitu gangguan irama jantung yang biasanya diderita atlet, penyakit jantung bawaan, hipertensi dan kelainan katup.

Sedangkan 70 persen penyakit jantung didominasi oleh pengakit jantung koroner yang merupakan penyakit dasar seperti serangan jantung atau sudden death dan angina pektoris atau sakit dada.

Gejala penyakit jantung koroner bisa dirasakan seperti sesaj nafas, terasa penuh, tertekan dan panas. Lokasinya tidak selalu di dada, rasa sakit bisa muncul di ulu hati, leher, rahang dan punggung. Gejala ini akan muncul ketika sedang beraktivitas atau kelelahan.

Serta lakukan check up jika ada peluang untuk komplikasi jantung yang lebih tinggi seperti pada pria perokok.

"Perokok ada diabetik mesti cek karena peluang untuk komplikasi jantung lebih tinggi, laki-laki dengan pola hidup tidak sehat lebih tinggi risikonya," ucapnya.

Jika terjadi sumbatan pada pembuluh darah, penanganan yang tepat adalah dengan tindakan balonisasi dan pemasangan stent menggunakan teknologi IntraVascular UltraSound (IVUS) dan Optical Cohorence Tomography (OCT).

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore