
Ilustrasi belanja online di momen tanggal kembar. (Istimewa)
JawaPos.com - Lebih dari sebulan setelah Ramadhan berakhir, masyarakat kembali menjalani aktivitas normal. Meski begitu, periode yang biasanya identik dengan lonjakan belanja kebutuhan pokok dan fesyen ternyata meninggalkan dampak lebih luas terhadap perilaku konsumsi.
Data yang berasal terbaru dari riset Blibli mengungkap adanya perubahan pola belanja pada Ramadhan 2026, di mana kategori gaya hidup ikut mengalami peningkatan signifikan.
Jika dibandingkan dengan rata-rata transaksi harian dalam satu bulan sebelum Ramadhan, kategori groceries seperti sirup dan camilan tetap mencatat pertumbuhan hampir empat kali lipat. Produk fashion Muslim meningkat hampir tiga kali lipat. Namun demikian, lonjakan juga terlihat pada kategori yang sebelumnya tidak tergolong kebutuhan utama.
Peralatan olahraga seperti tenis dan padel menjadi salah satu kategori dengan pertumbuhan tertinggi, meningkat lebih dari lima kali lipat. Di sisi lain, perangkat elektronik rumah tangga, mulai dari TV LED, mesin cuci, microwave, hingga kulkas, mengalami kenaikan hampir dua kali lipat. Produk perawatan diri pun menunjukkan tren peningkatan serupa.
“Yang kami lihat bukan hanya peningkatan transaksi, tetapi juga adanya pergeseran motivasi belanja. Konsumen tidak lagi hanya fokus pada kebutuhan Ramadhan, tetapi juga mulai memanfaatkan momentum ini untuk melakukan upgrade dalam gaya hidup mereka,” ujar Indra Perdana, Head of Campaign Blibli dalam keterangannya, Senin (27/4).
Fenomena ini terjadi di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan. Meskipun inflasi relatif terkendali dan kepercayaan konsumen tetap terjaga, daya beli belum sepenuhnya pulih. Hal ini membuat masyarakat cenderung lebih selektif dalam menentukan prioritas pengeluaran.
Berdasarkan laporan Jakpat “Consumer Commerce Outlook 2026”, konsumen Indonesia kini semakin menunjukkan karakter sebagai rational shopper, yakni lebih aktif membandingkan harga, mencari nilai terbaik, serta memilih kanal belanja dengan lebih cermat. Dalam konteks ini, peningkatan pada kategori olahraga dan elektronik mencerminkan perubahan preferensi ke arah produk yang dinilai memiliki manfaat jangka panjang.
Dari sisi demografi, kelompok usia 25–44 tahun menjadi penyumbang terbesar transaksi selama Ramadhan 2026, dengan komposisi yang relatif seimbang antara pria (54 persen) dan perempuan (46 persen). Untuk metode pembayaran, virtual account masih menjadi pilihan utama, diikuti oleh kartu kredit dan dompet digital.
Blibli juga mencatat bahwa aktivitas belanja tidak langsung mereda setelah Idulfitri. Sejumlah konsumen tetap bertransaksi pada periode pasca-Lebaran, baik untuk memanfaatkan promo lanjutan maupun merealisasikan rencana pembelian yang sebelumnya tertunda.
Kondisi ini selaras dengan temuan Mandiri Institute yang menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat tetap terjaga sepanjang Ramadan hingga Lebaran 2026, bahkan melampaui capaian pada periode yang sama dalam dua tahun terakhir.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
