Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 April 2024 | 02.34 WIB

Bukan Mitos! Efek Kecanduan Alkohol Bisa Mengakibatkan Kebutaan, Senyawa Ini Jadi Pemicunya

Ilustrasi orang kecanduan alkohol. (The Indian Express)

JawaPos.Com - Bukan hal baru, apabila minuman keras atau alkohol memiliki banyak efek negatif.

Alkohol tak hanya memicu masalah kesehatan seperti daya tahan tubuh menurun, permasalahan jantung, dan tekanan darah tinggi saja.

Namun, kecanduan alkohol juga bisa berimbas pada masalah kesehatan mata dan mengakibatkan kebutaan.

Mengutip laman cicendo eye hospital, Minggu (21/4), hal ini dikarenakan, kebanyakan jenis minuman beralkohol adalah senyawa metanol.

Untuk diketahui, metanol adalah jenis zat kimia yang dapat menyebabkan kerusakan saraf mata dan kelumpuhan apabila dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh.

Pada pembuatan alkohol yang diracik sendiri atau miras (minuman keras) oplosan sering dicampur dengan zat metanol (CH3OH) atau benzena (C6H6).

Bahan campuran tersebut telah menyatu dengan alkohol dan tidak dapat diuraikan.

Lebih lanjut, metanol dalam tubuh akan dimetabolisir menjadi asam format oleh enzim alkohol dehidrogenase di dalam hati.

Asam format merupakan zat beracun yang menyebabkan gejala hipoksia (kekurangan oksigen) di tingkat seluler dan juga menyebabkan asidodid metabolic.

Metanol pada awalnya akan menyebabkan peradangan terlebih dahulu. Kemudian akan diikuti kematian jaringan sistem saraf mata yang dapat menyebabkan kebutaan hingga berujung kematian.

Pada kasus yang ringan, benzena menyebabkan kekurangan eritrosit dan leukosit. Sedangkan dalam kasus yang berat, benzena akan menyebabkan mual bahkan kematian karena kegagalan fungsi jantung dan sistem pernapasan.

Untuk menangani kasus penglihatan buram mendadak, seperti dilansir dari hermina hospitals, biasanya akan diberikan terapi maksimal berupa injeksi obat dosis tinggi.

Terapi yang diberikan bertujuan mengurangi pembengkakan saraf optik akibat intoksikasi atau keracunan metanol.

Setiap individu memiliki respon yang berbeda-beda dari terapi yang diberikan. Jika belum terlambat maka penglihatan dapat membaik.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore