Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 April 2024 | 01.45 WIB

Mengenal Fakta Penyakit Anemia Aplastik dan Solusi Pengobatannya, Simak!

Tanda-tanda Anemia Aplastik yang Perlu Diwaspadai. - Image

Tanda-tanda Anemia Aplastik yang Perlu Diwaspadai.

JawaPos.com- Anemia aplastik bisa menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang usia awal 20 tahunan dan lansia.

Penderita kondisi ini juga rentan terkena infeksi karena kekurangan leukosit atau sel darah putih. 

Kelainan darah yang jarang namun serius ini terjadi ketika sumsum tulang yang tidak dapat menghasilkan cukup sel darah dan trombosit

Gejala awal anemia aplastik adalah mudah lelah, kulit pucat, sesak napas, hingga pusing. 

Gangguan kesehatan berupa anemia atau kurang darah ini dikarenakan sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah baru yang cukup, baik trombosit, leukosit, maupun eritrosit atau ketiganya sekaligus. Anemia aplastik adalah kondisi langka atau jarang ditemukan kasusnya.

Walau begitu, anemia aplastik perlu diwaspadai karena tetap bisa dialami oleh seluruh kalangan.

Penyakit anemia aplastik digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu inherited aplastic anemia dan acquired aplastic anemia. Inherited aplastic anemia adalah anemia aplastik yang diturunkan atau diakibatkan dari kerusakan gen.

Anemia aplastik adalah sebuah kondisi langka dan serius yang terjadi ketika sel darah tidak cukup diproduksi di dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan tubuh merasa lelah dan dapat meningkatkan risiko pendarahan dan infeksi yang tidak terkontrol diketahui mempengaruhi orang-orang pada segala usia, tetapi paling sering terjadi pada yang berusia antara 10 hingga 20 tahun atau 60 hingga 65 tahun.

Ini bisa terjadi secara tiba-tiba, atau bisa berkembang secara perlahan dan memburuk setelah beberapa waktu, Anemia aplastik bisa ringan atau berat. 

Perawatan untuk anemia aplastik meliputi obat-obatan, transfusi darah, dan transplantasi sumsum tulang yang juga disebut sebagai transplantasi sel induk. Anemia aplastik terjadi karena sel punca di sumsum tulang mengalami kerusakan.

Kerusakan sel punca ini menyebabkan produksi sel darah melambat atau bahkan menurun. Akibatnya, jumlah sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), limfosit dan keping darah (trombosit) berkurang, atau disebut sebagai pansitopenia. 

Leukosit berperan dalam imunitas tubuh, sedangkan trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sementara itu, eritrosit mengandung hemoglobin sehingga berperan dalam penyaluran oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Permulaan anemia aplastik biasanya tidak berbahaya, sering terjadi dalam waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah terpapar virus, obat-obatan, atau racun (misalnya insektisida, benzena), meskipun kadang-kadang dapat bersifat akut. 

Pada anemia aplastik, anemia dapat menyebabkan kelemahan dan mudah lelah, sedangkan trombositopenia yang parah dapat menyebabkan petekie, ekimosis, dan pendarahan dari gusi, konjungtiva, atau jaringan lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore