
Tanda-tanda Anemia Aplastik yang Perlu Diwaspadai.
JawaPos.com- Anemia aplastik bisa menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang usia awal 20 tahunan dan lansia.
Penderita kondisi ini juga rentan terkena infeksi karena kekurangan leukosit atau sel darah putih.
Kelainan darah yang jarang namun serius ini terjadi ketika sumsum tulang yang tidak dapat menghasilkan cukup sel darah dan trombosit.
Gejala awal anemia aplastik adalah mudah lelah, kulit pucat, sesak napas, hingga pusing.
Gangguan kesehatan berupa anemia atau kurang darah ini dikarenakan sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah baru yang cukup, baik trombosit, leukosit, maupun eritrosit atau ketiganya sekaligus. Anemia aplastik adalah kondisi langka atau jarang ditemukan kasusnya.
Walau begitu, anemia aplastik perlu diwaspadai karena tetap bisa dialami oleh seluruh kalangan.
Penyakit anemia aplastik digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu inherited aplastic anemia dan acquired aplastic anemia. Inherited aplastic anemia adalah anemia aplastik yang diturunkan atau diakibatkan dari kerusakan gen.
Anemia aplastik adalah sebuah kondisi langka dan serius yang terjadi ketika sel darah tidak cukup diproduksi di dalam tubuh.
Hal ini menyebabkan tubuh merasa lelah dan dapat meningkatkan risiko pendarahan dan infeksi yang tidak terkontrol diketahui mempengaruhi orang-orang pada segala usia, tetapi paling sering terjadi pada yang berusia antara 10 hingga 20 tahun atau 60 hingga 65 tahun.
Ini bisa terjadi secara tiba-tiba, atau bisa berkembang secara perlahan dan memburuk setelah beberapa waktu, Anemia aplastik bisa ringan atau berat.
Perawatan untuk anemia aplastik meliputi obat-obatan, transfusi darah, dan transplantasi sumsum tulang yang juga disebut sebagai transplantasi sel induk. Anemia aplastik terjadi karena sel punca di sumsum tulang mengalami kerusakan.
Kerusakan sel punca ini menyebabkan produksi sel darah melambat atau bahkan menurun. Akibatnya, jumlah sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), limfosit dan keping darah (trombosit) berkurang, atau disebut sebagai pansitopenia.
Leukosit berperan dalam imunitas tubuh, sedangkan trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sementara itu, eritrosit mengandung hemoglobin sehingga berperan dalam penyaluran oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.
Permulaan anemia aplastik biasanya tidak berbahaya, sering terjadi dalam waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah terpapar virus, obat-obatan, atau racun (misalnya insektisida, benzena), meskipun kadang-kadang dapat bersifat akut.
Pada anemia aplastik, anemia dapat menyebabkan kelemahan dan mudah lelah, sedangkan trombositopenia yang parah dapat menyebabkan petekie, ekimosis, dan pendarahan dari gusi, konjungtiva, atau jaringan lain.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
