
Ilustrasi- mencermati label suplemen vitamin untu mengetahui bahan pengisi berbahaya/freepik
JawaPos.com - Ketika Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen vitamin dalam rutinitas kesehatan Anda, sebaiknya Anda lebih memperhatikan beberapa hal.
Pasalnya, tidak semua bahan yang terdapat dalam formulan aman untuk dikonsumsi, sekalipun beberapa bahan yang disertakan telah lolos uji kesehatan.
Berdasarkan informasi terbaru dari para ahli, mereka mengungkapkan kenyataan yang mengkhawatirkan.
Ya, tidak semua suplemen vitamin diciptakan sama. Bahkan, beberapa di antaranya mengandung bahan tambahan dan aditif sintetis yang berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan Anda.
Dokter naturopati Janine Bowring, ND, baru-baru ini menyoroti tiga bahan spesifik yang perlu diwaspadai oleh konsumen saat memilih suplemen vitamin mereka.
Mengutip Best Life, Rabu (17/4), berikut adalah bahan tambahan suplemen vitamin yang harus dihindari:
1. Titanium Dioksida
Digunakan secara umum untuk memberikan warna putih pada suplemen vitamin, titanium dioksida dianggap sebagai bahan tambahan yang harus dihindari oleh Bowring karena potensi bahayanya terhadap kesehatan.
Senyawa ini diklasifikasikan sebagai karsinogen Kelompok 2B oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), dan telah dikaitkan dengan kerusakan DNA, mutasi seluler, serta memunculkan kekhawatiran karena sifat karsinogeniknya.
Meskipun telah dilarang di Uni Eropa dan Prancis, penggunaan senyawa ini masih diizinkan dalam suplemen di Amerika Utara dan beberapa negara lainnya.
2. Magnesium Stearat
Sering digunakan sebagai emulsifier dan pengental dalam industri makanan, magnesium stearat juga ditemukan dalam banyak produk farmasi untuk mencegah penggumpalan bahan selama proses produksi. Namun, Bowring menyoroti kurangnya evaluasi menyeluruh mengenai efek jangka panjangnya terhadap kesehatan manusia.
Dia menyarankan konsumen untuk memeriksa label suplemen vitamin dengan cermat guna mengidentifikasi keberadaan magnesium stearat sebagai bahan tambahan yang dianggap masih kurang teruji dengan baik.
3. Selulosa Mikrokristalin
Berasal dari serpihan kayu, selulosa mikrokristalin digunakan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan ukuran pil atau kapsul agar terlihat lebih besar.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
