Ilustrasi skoliosis. (Istimewa)
JawaPos.com - Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang umum terjadi, sering ditemukan pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Meskipun gejalanya sering tidak terasa, dapat menyebabkan ketidaksejajaran bahu dan meningkatkan risiko masalah pernapasan.
Skoliosis adalah kondisi tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke samping. Banyak orang beranggapan bahwa ini disebabkan oleh cedera, obesitas, atau kebiasaan sehari-hari seperti membawa beban berat atau postur tubuh yang buruk.
Meskipun demikian, penyebab pasti skoliosis masih belum diketahui. Upaya seperti melatih postur atau berlatih yoga tidak akan bisa mencegah skoliosis, terutama skoliosis bawaan dan neuromuskular.
Skoliosis bawaan dianggap sebagai cacat lahir yang muncul sejak awal kehamilan dan tidak dapat dihindari. Sedangkan skoliosis neuromuskular seringkali terjadi sebagai dampak dari kondisi lain seperti cerebral palsy.
Para ahli juga beranggapan bahwa sampai saat ini belum ditemukan cara yang pasti untuk mencegah skoliosis neuromuskular.
Namun, jika skoliosis baru muncul pada usia dewasa seperti skoliosis degeneratif atau yang disebabkan oleh osteoporosis, kadang-kadang tindakan pencegahan dapat dilakukan untuk menghentikan perkembangannya. Bagaimana cara mencegahnya?
Sebelum itu, dilansir dari hellosehat.com, Seseorang dikatakan menderita skoliosis jika kelengkungan tulangnya mencapai 10 derajat atau lebih. Biasanya, tulang belakang hanya melengkung di bagian atas bahu dan di bawah punggung dalam kondisi normal.
Jika diperiksa dengan sinar-X, tulang belakang pada seseorang yang mengalami skoliosis akan melengkung di sisi kanan dan kiri, membentuk pola huruf "S" atau "C".
Benar, beberapa jenis skoliosis tidak dapat dihindari. Namun, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk menunda dan mengurangi risiko perkembangan skoliosis menjadi lebih parah:
Baca Juga: Prediksi Skor dan Starting Line-up Chelsea vs Manchester United, Saatnya The Blues Balas Dendam?
Mengurangi beban pada punggung dari tas ransel yang dibawa dapat membantu. Tas yang terlalu berat dapat mengganggu postur tubuh. Jika menggunakan tas bahu, bergantian meletakkan tas di bahu kiri dan kanan bisa menjadi solusi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
