Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Februari 2024 | 21.30 WIB

Menstruasi Dini pada Anak Perempuan Berisiko Menopause Lebih Awal, Begini Penjelasan dr Surahman

Ilustrasi Kalender Penandaan Waktu Haid./freepik

JawaPos.com - Menstruasi merupakan proses alami di mana tubuh perempuan melepaskan lapisan dalam rahim yang tidak terpakai bersamaan dengan darah melalui saluran reproduksi. Ini biasanya terjadi sebulan sekali dan ditandai sebagai siklus menstruasi.

Awal menstruasi pada anak perempuan, biasanya terjadi antara usia 9 hingga15 tahun, dengan rata-rata sekitar usia 12 tahun yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Faktor-faktor seperti genetik, nutrisi, dan lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya awal menstruasi pada anak.

Menstruasi dini pada anak perempuan dapat mengindikasikan aktivitas hormon yang lebih tinggi selama masa reproduksi awal, dengan begitu anak tersebut pun akan berisiko mengalami menopause lebih awal.

Dilansir dari ANTARA pada Selasa (27/2), Menurut Kelompok Staf Medis (KSM) Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Cipto Mangunkusumo, dr Surahman Hakim, SpOG(K), MPH, memgungkapkan bahwa anak perempuan yang mengalami menstruasi lebih awal cenderung memiliki sel telur yang matang lebih awal, yang kemungkinan akan berpotensi mengalami menopause lebih awal pula.

Baca Juga: Mitos dan Fakta: Bagaimana Makanan Memengaruhi Menstruasi Anda, Simak Penjelasan Berikut!

“Kejadian menopause lebih awal juga kemungkinan terjadi pada anak-anak yang haidnya lebih dini,” kata Surahman dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, pada Senin (26/2).

Surahman menjelaskan bahwa wanita mendapatkan warisan sel telur dari ibu mereka. Selama masa pertumbuhan dari masa bayi hingga sebelum memasuki pubertas, sel telur berada dalam keadaan membeku.

Ketika memasuki masa pubertas, proses pematangan sel terlur mulai diatur oleh hormon di otak secara bertahap.

Apabila menstruasi terjadi lebih awal dari biasanya, proses perkembangan seksual sekunder atau organ reproduksi akan berlangsung lebih cepat, dengan begitu jumlah sel telur pun akan habis lebih cepat pula.

“Kalau masa reproduksi atau menikahnya di usia yang cukup lanjut maka kemungkinan kesuburannya juga akan cepat berakhir, karena telurnya sudah dimatangkan lebih awal,” pungkas Surahman.

Ia mengungkapkan bahwa perkembangan nutrisi dan paparan hormon eksternal mempercepat proses pematangan ovarium atau sel telur, yang mengakibatkan menstruasi terjadi lebih awal.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi Menurut Ahli, Lakukan Hal di Bawah Ini!

Menurutnya, rata-rata anak perempuan saat ini mengalami menstruasi pada usia 9 tahun, yang setara dengan kelas 3 atau 4 SD. Jika dibandingkan dengan sekitar 20 tahun yang lalu, usia menstruasi anak perempuan saat itu adalah sekitar 11 atau 12 tahun.

Faktor-faktor seperti makanan siap saji juga berperan dalam pembentukan hormon estrogen pada anak perempuan. Di samping itu, peningkatan polusi udara juga dapat berkontribusi terhadap menstruasi yang lebih awal.

“Jadi kadang kala berefek pada anak-anak kita, jadi itu yang menyebabkan lebih banyak karena faktor lingkungan bukan pada saat kehamilan si ibu,” jelasnya lebih lanjut.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore