Ilustrasi Kalender Penandaan Waktu Haid./freepik
JawaPos.com - Menstruasi merupakan proses alami di mana tubuh perempuan melepaskan lapisan dalam rahim yang tidak terpakai bersamaan dengan darah melalui saluran reproduksi. Ini biasanya terjadi sebulan sekali dan ditandai sebagai siklus menstruasi.
Awal menstruasi pada anak perempuan, biasanya terjadi antara usia 9 hingga15 tahun, dengan rata-rata sekitar usia 12 tahun yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Faktor-faktor seperti genetik, nutrisi, dan lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya awal menstruasi pada anak.
Menstruasi dini pada anak perempuan dapat mengindikasikan aktivitas hormon yang lebih tinggi selama masa reproduksi awal, dengan begitu anak tersebut pun akan berisiko mengalami menopause lebih awal.
Dilansir dari ANTARA pada Selasa (27/2), Menurut Kelompok Staf Medis (KSM) Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Cipto Mangunkusumo, dr Surahman Hakim, SpOG(K), MPH, memgungkapkan bahwa anak perempuan yang mengalami menstruasi lebih awal cenderung memiliki sel telur yang matang lebih awal, yang kemungkinan akan berpotensi mengalami menopause lebih awal pula.
Baca Juga: Mitos dan Fakta: Bagaimana Makanan Memengaruhi Menstruasi Anda, Simak Penjelasan Berikut!
“Kejadian menopause lebih awal juga kemungkinan terjadi pada anak-anak yang haidnya lebih dini,” kata Surahman dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, pada Senin (26/2).
Surahman menjelaskan bahwa wanita mendapatkan warisan sel telur dari ibu mereka. Selama masa pertumbuhan dari masa bayi hingga sebelum memasuki pubertas, sel telur berada dalam keadaan membeku.
Ketika memasuki masa pubertas, proses pematangan sel terlur mulai diatur oleh hormon di otak secara bertahap.
Apabila menstruasi terjadi lebih awal dari biasanya, proses perkembangan seksual sekunder atau organ reproduksi akan berlangsung lebih cepat, dengan begitu jumlah sel telur pun akan habis lebih cepat pula.
“Kalau masa reproduksi atau menikahnya di usia yang cukup lanjut maka kemungkinan kesuburannya juga akan cepat berakhir, karena telurnya sudah dimatangkan lebih awal,” pungkas Surahman.
Ia mengungkapkan bahwa perkembangan nutrisi dan paparan hormon eksternal mempercepat proses pematangan ovarium atau sel telur, yang mengakibatkan menstruasi terjadi lebih awal.
Baca Juga: Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi Menurut Ahli, Lakukan Hal di Bawah Ini!
Menurutnya, rata-rata anak perempuan saat ini mengalami menstruasi pada usia 9 tahun, yang setara dengan kelas 3 atau 4 SD. Jika dibandingkan dengan sekitar 20 tahun yang lalu, usia menstruasi anak perempuan saat itu adalah sekitar 11 atau 12 tahun.
Faktor-faktor seperti makanan siap saji juga berperan dalam pembentukan hormon estrogen pada anak perempuan. Di samping itu, peningkatan polusi udara juga dapat berkontribusi terhadap menstruasi yang lebih awal.
“Jadi kadang kala berefek pada anak-anak kita, jadi itu yang menyebabkan lebih banyak karena faktor lingkungan bukan pada saat kehamilan si ibu,” jelasnya lebih lanjut.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
