
ilustrasi wanita konsumsi suplemen vitamin D. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Jika kamu menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan dan mengenakan pakaian tertutup, kamu mungkin bertanya-tanya apakah kamu memiliki kadar vitamin D cukup yang disintesis oleh kulit saat terkena sinar ultraviolet matahari?
Vitamin D, nutrisi dan hormon penting yang terkait dengan kesehatan tulang, fungsi otot, dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
Meskipun menawarkan serangkaian manfaat mengesankan, berapa banyak vitamin D yang dibutuhkan untuk satu orang?
Vitamin D larut dalam lemak yang secara alami terdapat dalam makanan dan merupakan hormon yang diproduksi di kulit sebagai respons terhadap paparan sinar matahari atau UV.
Vitamin D bisa meningkatkan penyerapan kalsium di usus, mengatur konsentrasi kalsium dan fosfor dalam darah, mendukung pembentukan dan menjaga kesehatan tulang, serta mengatur fungsi kerangka dan neuromuskular.
Jumlah vitamin D yang tidak mencukupi bisa berdampak besar pada kesehatan tulang dan fungsi tubuh lainnya.
Mengingat peran vitamin D dalam menyerap kalsium dan membangun tulang, kekurangan vitamin D bisa memicu rakhitis pada anak-anak dan osteomalacia pada orang dewasa, dikutip dari EatingWell, Selasa (27/2).
Kekurangan vitamin D jangka panjang dikaitkan dengan penurunan fungsi kekebalan tubuh dan peningkatan risiko beberapa kondisi seperti penyakit kardiovaskular, migrain, depresi, dan jenis kanker tertentu.
Perlu diketahui, sangat sedikit makanan alami mengandung vitamin D dan sebagian besar berasal dari hewan.
Jika kamu membeli suplemen vitamin D, mungkin melihat jenis lain termasuk vitamin D2 dan vitamin D3. Para ahli percaya bahwa vitamin D3 disukai tubuh karena secara alami memproduksi bentuk D3 saat terkena sinar UV.
Banyak orang tidak menyadari kemungkinan toksisitas terkait vitamin dan mineral, serta toksisitas dari vitamin D mungkin saja terjadi.
Namun, toksisitas vitamin D sering kali terjadi karena suplementasi, bukan karena makanan atau paparan sinar matahari.
Mengonsumsi suplemen yang menyediakan lebih dari 4.000 IU setiap hari tidak dianjurkan kecuali di bawah pengawasan penyedia layanan kesehatan, meskipun menurut MedlinePlus, sebagian besar toksisitas terjadi di atas 10.000 IU setiap hari.
Lalu, jumlah harian vitamin D yang direkomendasikan yakni 400 IU untuk anak hingga usia 12 bulan, 600 IU untuk usia 1 hingga 70 tahun, dan 800 IU untuk orang di atas 70 tahun.
Namun, yang lebih penting adalah jumlah vitamin D dalam darah. Menurut NIH, kadar 50 nmol/L (20 ng/mL) cukup bagi kebanyakan orang untuk menjaga kesehatan tulang, sedangkan kadar di bawah 30 nmol/L (12 ng/mL) terlalu rendah dan memicu lemahnya tulang sehingga berdampak buruk pada kesehatan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
