
Ilustrasi rencana makanan untuk diet ./(Freepik/rawpixel.com)
JawaPos.com – Kenaikan berat badan di pertengahan usia dan saat menopause adalah masalah yang sering dialami oleh banyak wanita. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan hormon, metabolisme, gaya hidup, dan pola makan.
Kenaikan berat badan ini tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga pada kesehatan, seperti meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, osteoporosis, dan kanker.
Lalu, bagaimana cara mengatasi kenaikan berat badan ini? Dr Michael Mosley, seorang dokter, jurnalis sains, dan ahli diet yang terkenal dengan metode The Fast 800, mengatakan bahwa ada satu perubahan diet yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan merasa lebih sehat.
Dilansir dari Gloucestershire Live, Senin (12/2), perubahan diet tersebut adalah mengurangi asupan karbohidrat olahan, seperti roti putih, pasta, nasi, kentang, dan gula.
Mengapa karbohidrat olahan harus dikurangi?
Menurut Dr Mosley, karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin, yang dapat menyebabkan penimbunan lemak, terutama di sekitar perut.
Lemak perut ini tidak hanya membuat Anda terlihat gemuk, tetapi juga berbahaya karena dapat mengeluarkan zat kimia yang meradang dan mengganggu keseimbangan hormon.
Dr Mosley menyarankan untuk mengganti karbohidrat olahan dengan karbohidrat kompleks, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Karbohidrat kompleks memiliki indeks glikemik yang rendah, yang artinya tidak menyebabkan lonjakan gula darah dan insulin.
Karbohidrat kompleks juga kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, yang dapat membantu pencernaan, kesehatan usus, sistem kekebalan tubuh, dan kulit.
Pentingnya konsumsi protein dan melakukan intermittent fasting (puasa)
Selain mengurangi karbohidrat olahan, Dr Mosley juga menekankan pentingnya mengkonsumsi protein yang cukup, seperti daging, ikan, telur, susu, dan keju.
Protein dapat membantu membangun dan mempertahankan otot, yang dapat meningkatkan metabolisme dan membakar kalori.
Protein juga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan untuk ngemil.
Dr Mosley juga menyarankan untuk melakukan intermittent fasting atau puasa intermiten, yaitu membatasi asupan kalori dalam jangka waktu tertentu, misalnya 16 jam puasa dan 8 jam makan, atau 14 jam puasa dan 10 jam makan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
