
Pasien wanita mendapatkan perawatan diagnostik tiroid untuk hipotiroidisme.
JawaPos.com – Penyakit hipertiroid atau hipertiroidisme adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar tiroid terlalu aktif sehingga memproduksi hormon tiroid secara berlebihan.
Dilansir dari Cleveland Clinic, Sabtu (10/2), hormon tiroid memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh, yaitu proses penggunaan dan penyimpanan energi dalam sel tubuh.
Jika hormon tiroid terlalu banyak, metabolisme tubuh akan meningkat (hipermetabolisme) dan menyebabkan berbagai gejala dan komplikasi kesehatan.
Gejala Penyakit Hipertiroid
Gejala penyakit hipertiroid dapat bervariasi dari orang ke orang, tergantung pada tingkat keparahan, usia, dan penyebabnya. Beberapa gejala umum yang dapat dialami oleh penderita hipertiroid dapat Jawa Pos rangkum sebagai berikut.
Gejala-gejala hipertiroidisme antara lain detak jantung cepat, berdebar-debar, atau tidak beraturan; nafsu makan meningkat namun tidak diimbangi dengan kenaikan berat badan; gugup, cemas, gelisah, atau sulit berkonsentrasi; dan tangan gemetaran atau tremor.
Selain itu, gejala hipertiroid yang selanjutnya adalah jika seseorang berkeringat berlebihan atau mengalami intoleransi terhadap panas; rambut tipis, rapuh, atau rontok; kulit merah, gatal, atau hangat; perubahan siklus menstruasi pada wanita, seperti haid tidak teratur, sedikit, atau bahkan berhenti.
Baca Juga: Berisiko Lebih Tinggi Terkena Tiroid, Simak Rekomendasi Diet Sehat untuk Pemilik Golongan Darah O
Selanjutnya, pembesaran kelenjar tiroid atau gondok, yang terlihat sebagai benjolan di bagian depan leher; mata menonjol keluar atau exophthalmos, yang terjadi akibat pembengkakan jaringan di belakang mata; dan perkembangan payudara pada pria atau ginekomastia, yang terjadi akibat gangguan hormon seksual.
Gejala hipertiroid dapat menjadi lebih parah jika tidak segera ditangani. Pada beberapa kasus, hipertiroid dapat menyebabkan krisis tiroid, yaitu kondisi yang mengancam jiwa yang ditandai dengan demam tinggi, denyut jantung sangat cepat, tekanan darah tinggi, mual, muntah, diare, kebingungan, kejang, atau koma bahkan kematian.
Penyebab Penyakit Hipertiroid
Penyebab paling umum dari penyakit hipertiroid adalah penyakit Graves. Penyakit Graves biasanya menyerang wanita muda dan dapat diturunkan secara genetik.
Penyakit Graves yaitu gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid dan merangsangnya untuk memproduksi hormon tiroid secara berlebihan.
Penyebab lain dari penyakit hipertiroid adalah nodul tiroid yang terlalu aktif, yaitu benjolan padat atau berisi cairan yang tumbuh di dalam kelenjar tiroid dan menghasilkan hormon tiroid secara mandiri.
Nodul tiroid dapat bersifat jinak atau ganas, dan dapat terbentuk satu atau lebih. Nodul tiroid yang terlalu aktif dapat disebabkan oleh kekurangan yodium, infeksi, atau mutasi genetik.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
