Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 September 2022 | 16.50 WIB

Menkes Ungkap Penyebab Anak-Anak Takut ke Dokter Gigi, Ini Alasannya

Dokter memeriksa  gigi pada murid baru sekolah dasar negeri di Puskesmas Ponndok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (12/08/2020) Kegiatan ini merupakan bagian pemeriksaan kesehatan menyeluruh kepada murid baru sekolah dasar negeri. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos. - Image

Dokter memeriksa gigi pada murid baru sekolah dasar negeri di Puskesmas Ponndok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (12/08/2020) Kegiatan ini merupakan bagian pemeriksaan kesehatan menyeluruh kepada murid baru sekolah dasar negeri. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.

JawaPos.com - Menggosok gigi dua kali sehari harus diajarkan kepada anak sejak dini. Selain itu, anak-anak juga disarankan jangan takut pergi ke dokter gigi agar gigi mereka sehat di masa depan.

Lebih dari 700 ribu anak Indonesia berkumpul di berbagai daerah untuk melakukan gerakan sikat gigi bersama dalam rangka Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) tahun 2022 (12/9).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kesehatan gigi harus dijaga sejak masa kanak-kanak, sehingga di masa tua, kondisinya tetap terjaga dengan baik. Untuk itu selain rajin menyikat gigi secara teratur, Menkes juga meminta masyarakat untuk rutin memeriksakan kondisi giginya ke dokter gigi.

“Saya mengamati banyak anak yang takut atau malas ke dokter gigi, karena mendengar bunyi dan melihat alat-alatnya terkesan menakutkan. Akibatnya banyak masyarakat kita yang kurang terawat gigi dan mulutnya," ujar Menkes Budi secara virtual dalam keterangan resmi Kemenkes baru-baru ini.

Ia menambahkak, kesehatan gigi dan mulut tidak bisa diabaikan, terutama pada masa tumbuh kembang anak, karena menjadi faktor pendukung utama dalam pemenuhan asupan gizi anak. Gigi dan mulut merupakan tempat masuknya makanan ke dalam tubuh sehingga menentukan jumlah asupan gizi.

"Gigi yang tidak sehat akan berpengaruh kepada asupan gizi yang masuk dalam tubuh sehingga menyebabkan kondisi kesehatan yang tidak baik," jelasnya.

Sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer, ia menilai penguatan sumber daya khususnya dokter gigi sangat diperlukan merata di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Untuk itu pihaknya meminta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) untuk membantu menyebarkan dokter gigi di seluruh puskesmas yang ada di Indonesia. Sementara mekanisme persebaran, fasilitas alat serta insentif untuk meningkatkan layanan dokter gigi di Indonesia akan diatur oleh Kementerian Kesehatan.

“Ternyata masih sedikit sekali dokter gigi bekerja di puskesmas, lebih banyak yang terfokus di kota besar. Akibatnya masih banyak anak anak kita yang belum mendapatkan akses layanan dokter gigi” ujar Menkes Budi.

PB PDGI menggandeng Unilever Indonesia mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan melakukan sikat gigi dua kali sehari serta konsultasi ke dokter gigi enam bulan sekali. Sebab salah satu keluhan yang seringkali dialami anak adalah gigi berlubang dan karang gigi.

 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore