
Menkes RI, Budi Gunadi saat inspeksi mendadak (sidak) ke RS Kemenkes Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Setiap tahunnya, sekitar dua juta Warga Negara Indonesia (WNI) memilih berobat ke luar negeri. Fenomena ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, terutama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas medis dalam negeri, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada pengobatan di luar negeri.
RS Kemenkes Surabaya menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah untuk memeratakan akses kesehatan. Rumah sakit ini diharapkan menjadi rujukan dan menjawab kebutuhan pengobatan Indonesia bagian Timur.
“RS Kemenkes Surabaya ini contoh nyata. Infrastruktur rumah sakitnya bagus, alatnya lengkap, dan teknologinya sudah setara internasional. Jadi orang nggak usah (berobat) ke luar negeri," tutur Budi, Sabtu (24/1).
RS Kemenkes juga diklaim sebagai rumah sakit pertama di Jawa Timur yang memiliki layanan Positron Emission Tomography (PET) Scan, SPECT-CT (Single Photon Emission Computed Tomography - Computed Tomography).
PET Scan merupakan teknologi medis yang membantu dokter untuk mendeteksi dini adanya kanker, gangguan saraf, kardiologi, dan penyakit mematikan lainnya, dengan tingkat akurasi sangat tinggi.
Sementara SPECT-CT mampu memvisualisasikan aktivitas sel dan organ yang lebih spesifik, sehingga berperan penting sebagai alat diagnosis yang akurat dan komprehensif.
“Kalau alat canggih ini sudah ada di Surabaya dan daerah lain, masyarakat tidak perlu lagi ke Singapura atau Malaysia hanya untuk periksa atau operasi. Alat ini (PET Scan) juga akan kita pasang di (RS) 16 kota lainnya," imbuhnya.
Dengan pemerataan teknologi PET Scan ini, masyarakat tidak perlu lagi ke luar negeri atau kota-kota besar, seperti Jakarta atau Surabaya hanya untuk mendapatkan layanan diagnosis kanker.
Menkes Budi menilai kualitas layanan kesehatan dalam negeri saat ini tidak kalah canggih dengan negara-negara lain, seperti Singapura dan Malaysia, baik dari sisi teknologi maupun kompetensi tenaga medis.
"Kita sudah punya rumah sakit bagus (seperti RS Kemenkes Surabaya), alat medisnya lengkap, dokter hebat. Kalau semua ini berjalan, masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri,” seru Budi.
Meski begitu, Menkes tak menampik bahwa tantangan terbesar pemerintah saat ini adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan teknologi medis canggih tersebut.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dokter, menjadi faktor penting agar investasi alat medis efektif dan pelayanan kesehatan dalam negeri dapat berjalan maksimal.
"Dari sisi kompleksitas, prioritas kita adalah bagaimana dokter-dokter muda ini tingkat karyanya sama. Mereka lebih cepat dan kalau bisa lebih tinggi kemampuannya karena terekspos teknologi baru,” pungkas Budi Gunadi.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
