
Ilustrasi obat TBC. Humas Pemkot Surabaya
JawaPos.com - Saat terkena tuberkulosis atau (TBC) yang dipicu oleh kuman atau bakteri, seorang pasien harus patuh dan disiplin mengonsumsi obat. Jika tidak, kuman akan sulit mati dan rentan mengalami kekambuhan. Penularan TBC kepada orang lain juga rentan terjadi.
Data Kementerian Kesehatan, pengobatan TBC harus diminum jangka panjang setidaknya selama 8 bulan. Tahap awal yakni rutin selama 2 bulan atau 3 bulan diminum setiap hari. Tahap lanjutan atau 4 bulan atau 5 bulan diminum 3x/minggu.
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan masyarakat mengenal TBC sebagai TB atau TB paru. Tak hanya di paru-paru, TB bisa menyerang di mana-mana seperti di kulit dan tulang.
“Ini jadi ancaman serius, tak hanya sebabkan sakit pada pasien, tapi bisa menurunkan kualitas hidup pasien. Sebab pengobatannya harus lama, dan bahkan pasien sering kambuh ya,” katanya kepada JawaPos.com, Rabu (31/8).
Dicky menyebutkan Indonesia salah satu negara yang menjadi spot riset soal TBC. Menurutnya, ancaman resistensi atau tak mempan diobati pada TBC juga tinggi.
“Mengapa resisten, itu karena banyak pasien enggak disiplin, enggak patuh pengobatan TBC yang relatif lama,” jelasnya.
Indonesia Targetkan Bebas TBC 2035
Dicky menilai target Indonesia bebas TBC pada tahun 2035 sulit tercapai jika semua stakeholder tak sungguh-sungguh soal ini. Indonesia memiliki program Stop TB untuk gencar mengakhiri kuman TBC.
“Ini sisa 13 tahun lagi. Dan itu dalam analisa saya terakhir, disebut sulit tercapai.
Upaya global mengakhiri penyakit TB ini isinya atau strateginya untuk bukan hanya bebas kumannya ya, tetapi jangan sampai ada kematian, dan juga tak ada kasus di masyarakat,” jelasnya.
Setidaknya ada 4 strategi memberantas kuman TBC. Pertama, aspek mencegah penularan dengan meningkatkan kualitas udara, sanitasi, ventilasi sirkulasi rumah harus lebih sehat. Kedua adalah early detection atau deteksi dini agar lebih kecil menularkan.
Ketiga, harus ada pengobatan atau treatment yang tepat dan lama serta pemantauan yang tepat. Terakhir, manajemen dalam mengatur efek ekonomi yang turut menyumbang angka kasus TBC. Pasalnya, TBC umumnya diderita oleh kelas ekonomi menengah ke bawah hingga pasien HIV AIDS.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
