Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Januari 2024 | 19.45 WIB

Election Anxiety Berkaitan dengan Pemilu, Kenali Gejala dan 3 Cara Atasi Kecemasan agar Tidak Semakin Parah

ilustrasi pengambilan suara/ image by freepik on freepik - Image

ilustrasi pengambilan suara/ image by freepik on freepik

JawaPos.com – Pilpres seringkali menjadi sumber stres bagi masyarakat Indonesia.

Subjek politik pada pemilu, nyatanya sangat berpengaruh dalam memunculkan Election Anxiety.

Namun tahukah kamu apa itu Election AnxietyElection Anxiety merupakan kasus kecemasan berlebihan yang muncul pada orang dewasa yang terlibat dalam proses politik.

Masalah mental ini memunculkan rasa khawatir, kesedihan, keputusasaan, hingga ketegangan fisik.

Jika masalah ini tidak ditangani dengan benar, kemungkinan besar akan berkembang menjadi masalah mental yang lebih buruk.

Dilansir dari choosingtherapy.com (15/1), pemilu menimbulkan tingkat kecemasan karena politik dan politisi merupakan sumber stres yang sangat besar bagi masyarakat Amerika.

Stres ini muncul baik secara langsung maupun tidak langsung karena masyarakat khawatir akan dampak langsung dari kemenangan politisi tertentu.

Dampak jangka panjang dari kemenangan tersebut dapat memunculkan sumber stres membahayakan lainnya.

Menurut studi yang dilakukan oleh American Psychological Association (2019), lebih dari 60% orang Amerika memandang politik dan politisi sebagai sumber stres langsung, dan 56% melihat pemilu sebagai pemicu stres dalam hidup mereka.

Gejala Election Anxiety akan terlihat jika, seseorang mengalami tingkat kecemasan yang tinggi ketika mereka berkeinginan kuat untuk mengantisipasi apa saja hal yang bisa terjadi jika pihak lain yang tidak diinginkan terpilih.

Mereka mungkin khawatir bahwa pemungutan suara tersebut akan berdampak negatif terhadap keluarga, pekerjaan, rumah, keselamatan, dan hak-hak mereka.

Setelah suara dihitung dan keputusan dibuat, seseorang dapat merasakan kombinasi ketakutan dan kecemasan terhadap masa kini dan masa depan.

Tanda dan gejala kecemasan pemilu dapat mencakup diantaranya, kekhawatiran intens (memengaruhi kehidupan di rumah, sekolah, atau pekerjaan), kegelisahan, perasaan bersemangat, perasaan semakin lelah dan letih, konsentrasi buyar, mudah marah, gangguan tidur, hingga serangan panik.

Bergantung pada intensitas, frekuensi, dan durasi gejalanya, seseorang dapat memenuhi kriteria gangguan kecemasan akibat stres terkait pemilu.

Beberapa orang mungkin mengalami gejala yang mencapai puncaknya sebelum pemilu, beberapa diantaranya mungkin akan merasakan gejala yang memburuk setelah hasil pemilu ditetapkan (terkadang disebut gangguan post election stress disorder).

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore