Ilustrasi berhenti merokok. (Pixabay)
JawaPos.com – Riset yang dilakukan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mengungkap angka konsumsi rokok oleh remaja di Indonesia sangat tinggi. Riset ini bermula dari mudahnya rokok di dapat oleh remaja karena murah dan didistribusikan secara eceran dengan harga termurah pada 2019 seribu rupiah.
Riset ini diawali dengan menganalisis data dari Global Youth Tobacco Survey pada 2019 untuk meneliti keterkaitan pembelian rokok eceran dengan frekuensi dan intensitas merokok dan ketergantungan nikotin.
Selanjutnya, dengan 49 remaja usia sekolah sebagai responden dengan metode kualitatif dengan diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD). Dalam diskusi tersebut dilakukan penggalian pengalaman siswa dalam membeli rokok eceran, dampak pada inisiasi merokok, serta konsumsi saat ini.
Baca Juga: Pengguna Vape di Kalangan Remaja Meningkat, WHO Keluarkan Larangan Bagi Rokok Elektrik Beredar
CISDI dalam riset yang berjudul ‘Hubungan Pembelian Rokok Eceran dengan Frekuensi Intensitas dan Inisiasi Merokok di kalangan Remaja: Sebuah Studi Metode Campuran di Indonesia’ menghasilkan 70 persen pelajar SMP-SMA yang menjadi responden membeli rokok eceran saat mencoba merokok pertama kalinya dan dalam konsumsi 30 hari terakhir.
“Dengan pola merokok ini, dapat dikatakan konsumsi rokok batangan berhubungan dengan tahap eksperimen pada remaja, sebuah tahapan yang menggiring seseorang menjadi pecandu dan rutin merokok,” kata Chief of Research and Policy CISDI, Olivia Herlinda dalam rilis yang dimuat di cisdi.org, Selasa (12/12).
Para responden melakukan pembelian rokok batangan karena terkait dengan kebiasaan merokok tidak rutin dan merokok tidak lebih dari lima batang per hari.
Godaan membeli rokok terus-menerus terjadi karena dijualnya rokok batangan, promosi yang masif, dan tersedia di sekitar. Seluruh responden mengatakan memperoleh rokok di kios-kios sekitar sekolah dengan harga terendah seribu rupiah.
“Penjualan rokok batangan membuat remaja bisa membeli rokok dengan uang jajan harian. Rokok yang sudah murah menjadi lebih terjangkau lagi karena diecer. Bayangkan betapa besarnya alokasi untuk belanja rokok. Padahal, mereka seharusnya bisa menggunakan dana ini untuk kebutuhan esensial seperti membeli makanan bergizi,” ujar Olivia.
Harga rokok batangan yang murah dan mudah di dapat membuat remaja melakukan pembelian rokok tiap minggunya yang mengeluarkan uang yang berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 200 ribu. Nominal ini setara dengan setengah pengeluaran per kapita mingguan rata-rata penduduk Indonesia.
Sebab kemudahan seorang pelajar memperoleh sebatang rokok dikarenakan tidak terdapat aturan pelarangan penjualan secara eceran, lemahnya kepatuhan, dan penegakan hukum tentang pelarangan penjualan kepada seorang di bawah usia 18 tahun. Hal tersebut dibuktikan dengan pengakuan responden yang jarang diminta menunjukkan kartu identitas saat membeli rokok.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
