
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. Pixabay
JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (14/12) mendesak dan melarang rokok elektrik atau vape beraroma beredar luas.
Pasalnya, penggunaan Vape dinilai berbahaya bagi kesehatan dan dapat mendorong kecanduan nikotin di kalangan non perokok terutama anak-anak dan remaja.
Larangan WHO semakin diperkuat usai meningkatnya pengguna rokok elektrik di lakangan remaja.
Dilansir dari Forbes News pada Jumat (15/12), WHO mengklaim kini lebih banyak anak dengan usia 13 hingga 15 tahun yang menggunakan vape dibandingkan orang dewasa di seluruh wilayah.
Hal tersebut terjadi akibat pemasaran produk vape yang agresif.
"Anak-anak pada usia dini dijebak untuk menggunakan rokok elektrik dan mungkin jad kecanduan nikotin," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.
Ia mendesak negara-negara di dunia untuk menerapkan tindakan tegas. WHO menyerukan larangan semua bahan penyedap rasa dan aroma seperti mentol, dan penerapan langkah-langkah pengendalian tembakau pada vape.
Baca Juga: Vape Lebih Aman Ketimbang Rokok Ternyata Keliru! Simak Penjelasannya
Itu termasuk pajak yang tinggi dan larangan penggunaan di tempat umum.
Dilansir dari The Hill, beberapa peneliti aktivis dan pemerintah melihat rokok elektrik atau vape sebagai alat utama dalam mengurangi kematian dan penyakit yang disebabkan oleh merokok.
Namun badan PBB tersebut mengatakan langkah-langkah mendesak diperlukan untuk mengendalikannya.
Menurut WHO mengatakan vape menghasilkan zat yang beberapa diantaranya diketahui menyebabkan kanker dan menimbulkan resiko bagi kesehatan jantung dan paru-paru.
Hal ini juga dapat membahayakan perkembangan otak pada generasi muda. WHO memang tidak mempunyai kewenangan atas peraturan nasional dan hanya memberikan imbauan.
Namun rekomendasinya sering kali diadopsi secara sukarela.
WHO dan beberapa organisasi anti tembakau lainnya mendorong peraturan yang lebih ketat terhadap produk-produk nikotin baru dengan menargetkan alternatif-alternatif yang menjadi dasar strategi masa depan beberapa perusahaan rokok raksasa seperti Philip Morris Internasional dan British American Tobacco.
Perusahaan-perusahaan tembakau besar berharap dapat memperoleh sumber pendapatan baru dari alternatif rokok karena peraturan yang semakin ketat dan menurunnya tingkat merokok yang menekan bisnis mereka di beberapa pasar.
***

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
