
Ilustrasi media sosial. (Istimewa)
JawaPos.com – Pemerintah Jepang berencana memperketat aturan bagi platform media sosial untuk melindungi anak-anak dan remaja dari dampak negatif penggunaan internet.
Sebuah panel pemerintah di bawah Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menyatakan operator media sosial perlu memikul tanggung jawab lebih besar melalui sistem verifikasi usia yang lebih ketat serta pembatasan sejumlah fitur bagi pengguna di bawah umur.
Meski demikian, panel tersebut menilai larangan total berdasarkan usia seperti yang diterapkan di beberapa negara tidak menjadi pilihan yang tepat bagi Jepang.
Dalam laporan rancangan yang dirilis Selasa (3/6), panel menyebut langkah tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan anak dan remaja terhadap media sosial yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental maupun fisik mereka.
Kekhawatiran pemerintah Jepang meningkat seiring semakin luasnya penggunaan smartphone dan media sosial di kalangan anak muda. Selain masalah kecanduan, media sosial juga dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan lain, termasuk keterlibatan anak di bawah umur dalam tindak kriminal.
Meski demikian, pemerintah mengakui media sosial telah menjadi sarana komunikasi yang penting bagi masyarakat modern, sehingga pelarangan total dianggap kurang sesuai.
Selama ini, upaya perlindungan anak di dunia digital di Jepang sebagian besar hanya mengandalkan layanan penyaringan atau filtering dari operator telekomunikasi untuk memblokir situs berbahaya, serta pengawasan dari orang tua di rumah.
Sejak tahun lalu, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang mulai membahas perluasan tanggung jawab perusahaan media sosial dan pengembang sistem operasi smartphone dalam melindungi pengguna muda.
Badan Anak dan Keluarga Jepang nantinya akan menentukan langkah-langkah yang lebih rinci, termasuk kemungkinan revisi undang-undang, setelah laporan final diserahkan pada musim panas tahun ini.
Kebijakan baru tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap dampak media sosial terhadap anak-anak dan remaja. Sejumlah negara telah mengambil langkah lebih tegas, termasuk pembatasan usia penggunaan media sosial, namun Jepang memilih pendekatan yang lebih moderat dengan fokus pada pengawasan dan perlindungan yang lebih kuat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022