Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2023 | 16.19 WIB

Kenali Gejala Serangan Jantung, Hampir Sama dengan Gangguan Pencernaan

Tercatat hampir 17,5 juta jiwa meninggal setiap tahunnya akibat penyakit tersebut termasuk penyakit jantung koroner dan stroke

JawaPos.com- Masyarakat perlu mewaspadai serangan jantung secara mendadak. Alangkah baiknya seseorang mengetahui lebih dini gejala serangan jantung. Pada umumnya gejala serangan jantung ini hampir sama dengan gangguan pencernaan.

Serangan jantung juga disebut infark miokard, terjadi ketika bagian otot jantung tidak mendapat cukup darah. Semakin orang mengabaikan tanpa pengobatan untuk memulihkan aliran darah, semakin besar kerusakan pada otot jantung.

Penyakit arteri koroner (CAD)  merupakan penyebab utama serangan jantung. Penyebab yang kurang umum adalah kejang parah, atau kontraksi tiba-tiba, pada arteri koroner yang dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung.

Dilansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) gejala utama serangan jantung diantaranya sebagai berikut:

  • Nyeri dada atau ketidaknyamanan pada bagian dada. Kebanyakan serangan jantung melibatkan rasa tidak nyaman di bagian tengah atau kiri dada. Hal ini  berlangsung selama lebih dari beberapa menit atau hilang, lalu muncul kembali. Ketidaknyamanan tersebut dapat terasa seperti tekanan yang tidak nyaman, remasan, rasa penuh, atau nyeri.
  • Merasa lemah, pusing, atau pingsan. Seseorang mungkin juga berkeringat dingin.
  • Nyeri atau ketidaknyamanan pada rahang, leher, atau punggung.
  • Nyeri atau ketidaknyamanan pada salah satu atau kedua lengan atau bahu.
  • Sesak napas. Hal ini sering kali disertai dengan rasa tidak nyaman di dada, namun sesak napas juga bisa terjadi sebelum rasa tidak nyaman di dada.

Gejala serangan jantung lainnya bisa berupa rasa lelah yang tidak biasa atau tidak dapat dijelaskan, serta mual atau muntah. Perempuan lebih mungkin mengalami gejala-gejala lain yang berbeda.

Meski gejalanya bisa berbeda-beda, rasa tidak nyaman atau nyeri akibat serangan jantung biasanya mirip dengan angina (jenis nyeri dada yang diakibatkan oleh berkurangnya aliran darah ke jantung). Namun, kondisi ini seringkali lebih parah dan mungkin terjadi saat Anda sedang beristirahat.

Menurut informasi yang dilansir dari National Health Service (NHS) bahwa gejala  serangan jantung juga bisa mirip dengan gangguan pencernaan. Misalnya saja, gejalanya mungkin berupa rasa berat di dada, sakit perut, atau mulas.

Serangan jantung bisa terjadi kapan saja, termasuk saat seseorang sedang beristirahat. Jika sakit jantung berlangsung lebih dari 15 menit, itu mungkin merupakan awal dari serangan jantung.

Berbeda dengan angina, gejala serangan jantung biasanya tidak hilang dengan menggunakan tablet atau semprotan nitrat.

Serangan jantung terkadang bisa terjadi tanpa gejala apa pun. Hal ini dikenal sebagai infark miokard diam-diam dan lebih sering terjadi pada orang lanjut usia dan penderita diabetes .

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore