Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Desember 2023 | 19.08 WIB

Cegah Munculnya Pneumonia Misterius, Pemkot Surabaya Lakukan Tindakan Antisipasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina. (Jawa Pos/Frizal)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya melakukan beberapa tindakan antisipasi untuk mencegah munculnya Pneumonia misterius di Kota Pahlawan. 

Dilansir dari surabaya.go.id pada Kamis (7/12), Pemkot Surabaya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai kemunculan Pneumonia misterius.

“Untuk kasus di Kota Surabaya, sampai dengan saat ini belum ada laporan terkait temuan kasus yang diduga karena Pneumonia misterius,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, Kamis (7/12).

Meski belum terjadi penemuan kasus Pneumonia misterius di Kota Surabaya, Nanik menjelaskan sejumlah tindakan antisipasi yang dilakukan oleh Dinkes Kota Surabaya.

Nanik menyebutkan, antara lain menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Kota Surabaya untuk meningkatkan upaya komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat, serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin dengan pendekatan.

“Meningkatkan kewaspadaan dini, serta meningkatkan standar dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di seluruh Fasyankes terutama terhadap kasus yang dicurigai Pneumonia,” paparnya.

Selain itu, Dinkes Kota Surabaya juga terus mendorong penyebarluasan informasi mengenai kewaspadaan terhadap penyakit Pneumonia misterius dan pentingnya Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dalam program Imunisasi Nasional.

Vaksin tersebut pada penerapannya diberikan sebanyak dua kali kepada bayi usia 2-11 bulan  dan satu kali kepada bayi usia 12-24 bulan sebagai upaya pencegahan penyakit Pneumonia.

“Menghimbau kepada Fasyankes untuk melaporkan setiap penemuan kasus yang dicurigai Pneumonia misterius ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam waktu kurang dari 24 jam,” kata Nanik.

Lebih lanjut, Nani mengingatkan kepada masyarakat, apabila seseorang yang mempunyai riwayat perjalanan ke negara/wilayah terjangkit dan mempunyai gejala sakit Pneumonia, seperti batuk kering atau berdahak, demam >38 derajat celcius, sesak nafas, nyeri dada ketika bernafas, kelelahan, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan diare, diharapkan untuk segera melapor dan berobat ke Fasyankes terdekat.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore