
MERASAKAN MANFAAT: Hari Setiawan, salah seorang anggota, ketika berlatih di KILO Gym, kawasan Mampang.
Kondisi kesehatan menurun dan mesti bergantung kepada orang lain adalah beberapa hal yang kerap ditakutkan menjelang usia lanjut. Lewat KILO Gym, dr Henry Suhendra SpOT(K) mengajak para senior age untuk tetap bugar dengan melatih otot.
---
DOKTER Henry Suhendra SpOT(K) menjelaskan, KILO adalah singkatan dari Komunitas Indonesia Lawan Osteo-Sarkopenia. Menurut dr Henry, osteo-sarkopenia merupakan sindrom gabungan osteoporosis (berkurangnya kepadatan tulang) dan sarkopenia (kehilangan massa otot).
Seiring pertambahan usia, hampir semua orang mengalami kondisi tersebut. ”Setiap tahun ototnya hilang 1 persen. Jadi, kalau sudah berusia di atas 60 tahun, sudah berapa persen hilangnya otot?” ungkap dokter 69 tahun tersebut.
Rutin berolahraga dan melatih otot dapat melawan osteoporosis dan sarkopenia. Total, ada 241 orang yang kini bergabung sebagai anggota KILO.
Seorang di antaranya, Hari Setiawan, didiagnosis osteoporosis stadium 4 pada 2015. Selama bertahun-tahun, Hari kerap merasakan sakit tulang dan tidak kuat untuk berjalan normal.
Saking parahnya, penyakit yang umum menimpa para lansia itu bahkan membuat Hari takut bertemu dengan orang. ”Kalau jalan pasti goyang,” kata Hari saat ditemui Jawa Pos di KILO Gym, Siloam Hospitals Mampang, Jakarta, Senin (27/11).
Karena tidak sanggup menahan rasa sakit ekstrem itu, Hari pun memutuskan untuk mengikuti program latihan dengan rekomendasi dr Henry sejak Maret.
Hasilnya, kini dia mulai bisa berjalan normal. Hari juga nyaman bersepeda sampai jarak belasan kilometer. ”Untuk melangkah lebih enak,” ujar pria 71 tahun tersebut.
Dokter Henry menegaskan, KILO Gym bukan untuk gagah-gagahan. Namun, tujuannya menjaga para lansia tetap bugar dan independen. Tidak bergantung orang lain ketika berjalan atau melakukan aktivitas sehari-hari.
”Menyedihkan kalau kita lihat orang tua kok ke mana-mana pakai kursi roda, dituntun,” tutur dokter yang 14 tahun tinggal di Surabaya tersebut.
Sebagai dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi, Henry menyatakan bahwa tidak semua solusi penyakit adalah obat. Menurut Henry, kodrat manusia adalah harus bergerak agar tetap sehat.
”Zaman dulu sebelum ada apa-apa, gimana cara manusia mencari makanan? Dari proses awal. Sekarang tinggal pesan lewat aplikasi, tidak aktif bergerak (bisa dapat makanan, Red),” jelasnya.
Mengenai risiko cedera bagi lansia ketika nge-gym, Henry menuturkan bahwa latihan angkat beban pun masih bisa dilakukan orang-orang berusia lanjut selama dilakukan dengan prinsip terukur.
Berdasar penelitian University of Vienna, manfaatnya pada senior age tidak hanya bisa mempertahankan massa ototnya, tetapi juga menambah massa otot jika rutin berlatih disertai diet yang tepat.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
