
Ilustrasi HIV/AIDS. Dok JawaPos
JawaPos.com – Besok Jumat (1/12) diperingati sebagai hari AIDS sedunia, dimana sebanyak 630 ribu, termasuk 26 ribu orang di Indonesia meninggal karena penyakit ini.
Pada tahun 2022, tercatat ada sekitar 1,3 juta orang di seluruh dunia yang tertular HIV. Angka ini telah mencerminkan penurunan infeksi HIV sebesar 38 persen sejak satu decade sebelumnya.
Saat ini, Orang Dengan HIV (ODHIV) di Indonesia masih menghadapi kesulitan dalam mengakses pengobatan anti-retroviral (ARV).
Padahal, pengobatan tersebut sangat penting untuk menghambat pertumbuhan sel virus HIV di dalam tubuh ODHA.
Dikutip dari Antara pada Kamis (30/11), Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi, memastikan bahwa pengobatan HIV/AIDS dapat diakses secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.
Menurutnya, ODHIV termasuk dalam program pemerintah, sehingga seluruh obatnya disediakan oleh pemerintah.
Bahkan mereka yang tidak memiliki BPJS kesehatan tetap bisa mengakses pengobatan, meskipun terkadang ODHIV enggan menggunakan BPJS mereka karena alasan privasi.
Imran menjelaskan bahwa alasan privasi dan stigma masyarakat masih menjadi faktor utama bagi sebagian orang dengan HIV/AIDS memilih berobat di fasilitas kesehatan swasta.
Ia menegaskan bahwa untuk memastikan pasien HIV/AIDS tetap menjalani pengobatan, diperlukan upaya untuk memperluas akses terhadap pengobatan dan meningkatkan layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan.
Ada dua langkah penting yang harus diambil, yaitu memperluas akses ODHIV untuk pengobatan dan meningkatkan peran komunitas dalam memberikan dukungan kepada mereka.
Ia menekankan bahwa HIV/AIDS tidak boleh lagi hanya diperlakukan di rumah sakit, tetapi layanan tersebut harus diperluas hingga ke puskesmas secara gratis.
Selain itu, peran komunitas dianggap krusial, mengingat keterbatasan tenaga kesehatan di daerah-daerah terpencil.
Kemenkes mencatat cakupan pengujian HIV pada populasi berisiko tinggi, termasuk ibu hamil, pasien tuberkulosis, warga binaan pemasyarakatan, pasien infeksi menular seksual, lelaki suka lelaki, wanita pekerja seks, dan pengguna narkoba suntik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
