Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2023 | 17.25 WIB

Bisa Fatal! Dampak Buruk Gemar Makan Camilan Gorengan Bagi Kesehatan, Salah Satunya Penyakit Jantung

CEGAH KAMBUH: Minuman berkafein dan camilan gorengan yang mesti dihindari untuk mengurangi risiko keluhan GERD makin parah.

JawaPos.com - Camilan atau makanan yang digoreng alias gorengan, sangat populer bagi masyarakat Indonesia.

Selain cara penyajiannya yang mudah, gorengan juga menjadi camilan yang cukup mudah serta murah untuk didapatkan. 

Meski enak dan mudah didapatkan, ternyata makan gorengan memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan.

Makan gorengan yang sering dikonsumsi seperti ikan, kentang, potongan ayam, tahu, tempe hingga cemilan stik keju dan lainnya, cenderung tinggi kalori dan lemak trans.

Alhasil, mengkonsumsi makanan yang digoreng dalam jumlah banyak berdampak buruk bagi kesehatan.

Makanan yang digoreng kemungkinan mengandung akrilamida yang berbahaya. Akrilamida merupakan zat beracun yang dapat terbentuk saat makanan dimasak dengan suhu tinggi seperti menggoreng, dan memanggang.

Akrilamida terbentuk akibat dari reaksi kimia antara gula dan asam amino yang disebut asparagine. 

Menurut laman National Library of Medicine, makanan yang memiliki konsentrasi akrilamida tinggi yaitu makanan bertepung dan makanan yang dipanggang.

Sementara dilansir JawaPos.com pada Rabu (22/11) Healthline, makan gorengan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, yaitu sebagai berikut:

  1. Risiko Penyakit Jantung

Makanan yang digoreng bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol yang tinggi dan obesitas. Semua penyakit itu merupakan gejala dari penyakit jantung.

Penelitian tahun 2014 yang dilakukan oleh Am J Clin seorang Nutrisionis dari Amerika mengungkapkan bahwa semakin sering orang makan gorengan, semakin besar resiko terkena penyakit jantung.

Hasil lain dari dampak gorengan juga diungkapkan oleh beberapa peneliti pada tahun 2016. Penelitian itu dilakukan selama empat tahun dengan 16.479 responden.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa makan dua porsi ikan goreng per minggu dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskuler yang lebih tinggi.

Sedangkan seseorang yang mengonsumsi makanan tinggi buah buahan dan sayur-sayuran memiliki resiko jauh lebih rendah.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore