Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 15.10 WIB

Mengenal Proses Terjadinya Fenomena Paradoxical Undressing Akibat Hipotermia Berat, Pendaki Gunung Wajib Tahu!

Seseorang yang menderita hipotermia dapat kehilangan kesadaran dan pada akhirnya dapat meninggal./livescience.com - Image

Seseorang yang menderita hipotermia dapat kehilangan kesadaran dan pada akhirnya dapat meninggal./livescience.com

JawaPos.com - Penyakit hipotermia sudah awam dibicarakan oleh para pendaki gunung.

Beberapa korban kasus hipotermia berat yang terjadi di gunung, banyak ditemukan dalam keadaan yang tak masuk akal, misalnya setengah badan telanjang.

Fenomena yang dianggap aneh tersebut tentu menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat khususnya para pendaki. Padahal sebenarnya memang ada penjelasan secara medis mengenai bisa terjadinya hal itu.

Melalui thread akun Twitter @afrkml, Rizal yang merupakan seorang perawat itu, menjelaskan secara detail dari sisi medis mengenai proses tubuh saat merespon tahap awal hipotermia sampai menyebabkan Paradoxical Undressing.

Nah, Paradoxical Undressing ini lah yang sebenarnya membuat kebanyakan korban hipotermia berat yang kehilangan nyawa di gunung seringnya ditemukan dalam keadaan aneh.

Paradoxical Undressing merupakan keadaan dimana seseorang mengalami kedinginan hebat, akan tetapi ia justru merasa kepanasan. Bahkan dalam beberapa kasus, korbannya sampai membuka baju akibat rasa panas yang dirasakan padahal ia sedang terkena hipotermia berat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengklasifikasikan derajat hipotermia menjadi tiga jenis, yakni hipotermia ringan (36,5-36,0 °C), hipotermia sedang (35,9-32 °C) dan hipotermia berat (<32 °C).

Menurut Rizal, pengetahuan terhadap klasifikasi hipotermia sangatlah penting untuk diketahui. Sebab, setiap derajat atau jenis hipotermia, memiliki tata cara pertolongan yang berbeda.

Dalam utas tersebut, Rizal pun mulai menjelaskan proses yang terjadi dalam tubuh saat merespon hipotermia atau kedinginan hebat.

Mula-mula ia menulis bahwa, tubuh manusia dibekali dengan peralatan canggih dan kompleks yang bernama hipotalamus (HP).

Begitu suhu inti tubuh mengalami penurunan hingga menyebabkan hipotermia, secara otomatis hipotalamus (HP) akan diaktifkan sebagai pusat pengontrol keseimbangan suhu tubuh.

HP pun kemudian memerintahkan otot untuk bergetar agar sistem metabolisme sel-sel otot ter-boost. Dari sinilah seseorang yang kedinginan (hipotermia) akan mengalami menggigil sebagai bentuk respon dari tubuh.

Tubuh akan menyeimbangkan panas pada tahap awal (hipotermia ringan) dengan meningkatkan kinerja otot, sehingga akan menghasilkan energi dalam bentuk panas tubuh.

Akan tetapi, jika cara tersebut masih belum bisa menyeimbangkan suhu tubuh dan seseorang masih merasa kedinginan, maka Hipotalamus (HP) akan melakukan cara yang lainnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore