Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 November 2023 | 01.15 WIB

Tanda-Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Harus Diperhatikan, Salah Satunya Gangguan Mental dan Emosional

Kelebihan gula bisa mendatangkan penyakit. - Image

Kelebihan gula bisa mendatangkan penyakit.

JawaPos.com–Gula mendapat reputasi buruk. Namun kenyataannya, gula merupakan sumber energi yang vital dan penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Tentu saja tidak semua gula itu sama. Fruktosa yang terdapat pada buah-buahan dan sayur-sayuran serta laktosa pada makanan kaya susu merupakan gula alami.

Dilansir dari everydayhealth.com pada Sabtu (18/11), gula alami tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, makanan tersebut juga mengandung serat dan kalsium.

Namun, gula tambahan, yang sering ditemukan dalam makanan olahan, adalah gula yang tidak dapat dikonsumsi. Penting untuk mengenali tanda-tanda bahwa tubuh mengalami kelebihan konsumsi gula.

  1. Penuaan Dini dan Gangguan Hormon Perempuan

Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan penuaan dini dan ketidakseimbangan hormon menstruasi pada perempuan. Kerusakan jangka panjang pada protein kulit, kolagen, dan elastin dapat menyebabkan kerutan dan penuaan.

Selain itu, gula dapat memengaruhi flora usus, memicu peradangan, dan berkontribusi pada gangguan hormon perempuan, seperti jerawat pada garis rahang.

  1. Ketergantungan dan Ketidakseimbangan Energi

Makanan manis cenderung adiktif, merangsang pelepasan dopamin di otak, serupa dengan efek obat-obatan yang membuat ketagihan. Meskipun memberikan perbaikan cepat, ini sering diikuti penurunan energi karena fluktuasi kadar gula darah.

Pankreas melepaskan insulin untuk menanggapi asupan gula, menyebabkan penurunan energi setelah puncak gula, menciptakan siklus ketidakseimbangan energi.

  1. Masalah Pencernaan dan Kembung

Makanan tinggi gula, terutama yang diproses, dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung dan gas. Bakteri usus yang tidak diinginkan menyukai gula. Fermentasi makanan yang belum tercerna dapat menyebabkan produksi gas berlebihan.

Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, perut kembung, dan rasa sakit.

  1. Penurunan Kekebalan Tubuh dan Gangguan Tidur

Gula memainkan peran dalam keseimbangan bakteri usus, yang mendukung 70 persen sistem kekebalan tubuh. Pola makan tinggi gula dapat memberi makan bakteri dan jamur yang merugikan, mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, asupan gula yang tinggi dapat mengganggu produksi serotonin dan melatonin, hormon yang berperan dalam regulasi tidur dan suasana hati.

  1. Pertambahan Berat Badan dan Risiko Penyakit

Gula yang tidak digunakan sebagai sumber energi dapat disimpan sebagai lemak, terutama di perut. Diet tinggi gula juga dapat menyebabkan penurunan magnesium, potasium, dan kalsium, yang berkontribusi pada kelelahan dan ketidakseimbangan mineral.

Terlebih lagi, gula dapat meningkatkan risiko penyakit gigi, penyakit jantung, dan diabetes.

  1. Gangguan Mental dan Emosional

Konsumsi gula yang tinggi dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah, memengaruhi mood dan suasana hati. Sugar crash dapat menyebabkan perubahan tiba-tiba dalam tingkat energi dan dapat berkontribusi pada gejala depresi seiring waktu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore