
Ilustrasi virus. Penyakit infeksi emerging tidak hanya berpengaruh pada kesehatan masyarakat umum, tetapi juga berdampak pada aspek sosial maupun ekonomi.
JawaPos.com – Kemunculan penyakit infeksi emerging didorong oleh faktor seperti perubahan iklim dan penurunan lingkungan yang mempengaruhi persebaran vektor penyakit seperti nyamuk dan tikus, serta interaksi antara manusia dan hewan liar. Gangguan ekosistem alami oleh aktivitas manusia, seperti deforestasi dan urbanisasi yang cepat juga dapat memfasilitasi atau membuka kontak lebih lebar antara manusia, hewan domestik, dan hewan liar.
Sementara itu, perjalanan internasional yang semakin mudah memungkinkan frekuensi penyakit untuk menyebar secara cepat ke berbagai belahan dunia. Tidak kalah penting juga untuk menjaga pola konsumsi manusia, terutama dalam hal makanan yang bisa membuka peluang bagi penularan penyakit dari hewan ke manusia.
Penyakit infeksi emerging tidak hanya berpengaruh pada kesehatan masyarakat umum, tetapi juga berdampak pada aspek sosial maupun ekonomi. Penyakit infeksi emerging merupakan penyakit lama yang sebelumnya mengalami wabah dan muncul kembali di wilayah yang sebelumnya tidak memiliki riwayat infeksi.
Penyakit infeksi emerging merupakan penyakit yang muncul dan menyerang suatu populasi untuk pertama kali atau sudah ada sebelumnya, namun mengalami peningkatan yang cepat. Peningkatan ini bisa dalam jumlah kasus baru di satu populasi maupun penyebarannya ke wilayah geografis yang baru (re-emerging infectious disease). Penyakit infeksi emerging dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan parasit.
Beberapa kriteria penyakit infeksi emerging yaitu wabah penyakit yang sebelumnya tidak diketahui, peningkatan pesat dan meluasnya jumlah kasus penyakit dalam jangka waktu 2 dekade terakhir, dan kesulitan dalam mengendalikan penyebaran penyakit menular.
Jenis-jenis penyakit infeksi emerging dapat dibagi berdasarkan potensi risikonya menjadi 3 kategori.
3 Kategori Penyakit Infeksi Emerging
Kategori Tingkat I
Penyakit infeksi yang masuk dalam kategori tingkat I memiliki risiko paling tinggi karena patogennya dapat dengan mudah menular antar manusia. Selain itu, menyebabkan tingkat kematian tinggi, gangguan serius pada sistem kesehatan masyarakat, kepanikan publik, dan gangguan sosial.
Penyakit-penyakit tersebut antara lain pes, anthrax, botulism, cacar air, ebola, dan demam dengue.
Kategori Tingkat II
Kategori tingkat II mencakup penyakit dengan risiko menengah. Dapat dengan relatif mudah menyebar, menyebabkan tingkat kesakitan sedang, dan tingkat kematian yang rendah.
Penyakit-penyakit ini memerlukan peningkatan kapasitas diagnostik dan pemantauan penyakit.
Tipe penyakit dalam kategori Tingkat II yakni ada hepatitis A, Japanese encephalitis, yellow fever, chikungunya, infeksi virus Zika, infeksi bakteri salmonella, listeria, dan tifus.
Kategori Tingkat III
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
