Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 November 2023 | 20.56 WIB

Kiat Antisipasi Kebutaan dan Amputasi Bagi Pengidap Diabetes Menurut Dokter, Berikut Penjelasannya

Ilustrasi diabetes. - Image

Ilustrasi diabetes.

JawaPos.com - Seperti yang telah diketahui baik secara umum maupun untuk sebagian orang, seperti kanker, penyakit diabetes menjadi salah satu penyakit yang mengerikan dan ditakuti oleh banyak orang. Penderita diabetes seringkali kehilangan salah satu anggota tubuhnya akibat amputasi atau bahkan mengalami kondisi lain seperti kebutaan.

Dilansir dari Antara, hal ini disebabkan karena penyakit ganas tersebut melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga infeksi yang dimiliki oleh penderita sulit sembuh yang mengarah pada amputasi.

Namun siapa sangka, ternyata terdapat kiat untuk mencegah amputasi atau kebutaan akibat diabetes menurut dr. M Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. P. D., Subsp. EMD, FINASIM, selaku dokter spesialis penyakit dalam.

"Pada diabetes, seringkali terjadi diabetic retinopathy, yaitu adanya perubahan pembuluh darah di mata. Jika hal ini mencapai bagian tempat jatuhnya bayangan, maka bisa terjadi kebutaan," ucapnya dalam wawancara daring, Senin (13/11).

Kondisi mengerikan seperti mengalami kebutaan pada pengidap diabetes dapat dicegah melalui kontrol kandungan gula yang terdapat pada darah. Selain itu kolesterol dan tensi darah serta skrining kondisi mata sejak awal.

Apabila diabetes yang diderita merupakan tipe dua, skrining kondisi mata (retina) disarankan oleh dokter tersebut untuk dilakukan sesegera mungkin paling tidak seminggu atau sebulan setelah diagnosis diabetes.

Di sisi lain, apabila diabetes yang diderita adalah tipe satu yang pada umumnya muncul sejak usia dini, maka paling tidak skrining dilakukan lima tahun setelah diagnosis diabetes.

"Seringkali ketika seseorang terdiagnosis diabetes dan dianjurkan menemui dokter mata, mereka mengatakan bahwa mata mereka baik-baik saja atau hanya memakai kacamata atau sudah operasi katarak, padahal bukan itu yang ingin dicek, tapi kondisi retina mereka," ucap Ikhsan.

Tidak hanya kesehatan mata terlebih pada retina, Ikhsan menambahkan bahwa kondisi kaki apalagi yang terdapat luka, harus segera dilakukan tindakan penyembuhan sebelum terjadinya infeksi.

Kerontokan pada kepala dan kaki yang gatal-gatal akibat kekeringan menjadi kondisi yang umum diderita oleh pengidap diabetes yang sudah bertahun-tahun.

Ikhsan menyampaikan bahwa saraf yang rusak pada kaki juga berpotensi terjangkit diabetes yang juga akan mengarah kepada kebas atau mati rasa pada kaki. Sekalipun terluka, penderita tidak sadar.

Maka dari itu, ikhsan menyarankan kepada penderita kencing manis agar menggunakan pelembab guna meminimalisir kegatalan pada kaki lalu secara rutin menghindari kejadian yang berisiko melukai kaki.

Dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut menambahkan, infeksi yang tidak ditindak secara baik dan benar akan mengarah pada infeksi yang berkelanjutan dan amputasi. "Salah satu atau komplikasi terberat yang kita hindari pada orang diabetes adalah terjadinya amputasi," tambahnya.

"Amputasi memang sesuatu yang seharusnya bisa dicegah apabila kita melakukan perawatan kaki secara berkala dan juga memperhatikan bagaimana kondisi kaki seorang penderita diabetes," pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore