Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 00.11 WIB

Waspada! Penyakit Leptospirosis Muncul Saat Musim Pancaroba Tiba, Kenali Gejala dan Cara pencegahannya

 

Ilustrasi virus korona baru penyebab Covid-19. Antara

JawaPos.com – Leptospirosis merupakan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri tersebut dapat menyebar melalui urin maupun darah hewan yang terinfeksi.

Melansir dari Antara, Guru Besar Pulmonologi dan kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, penyakit Leptospirosis perlu diwaspadai selama musim pancaroba.

Ia mengatakan bakteri dapat menyebar terutama saat terjadi banjir karena tikus-tikus yang bersarang di lubang tanah keluar menyelamatkan diri.

Tikus-tikus yang berkeliaran di sekitar manusia dapat menyebabkan air banjir tercampur oleh kotoran maupun urin hewan pengerat tersebut.

“Seorang yang memiliki luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran dan kencing tikus yang mengandung bakteri Leptospira, berpotensi terinfeksi dan akan jatuh sakit,” ucapnya.

Mengutip dari laman Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, seorang yang terkena penyakit Leptospirosis akan menunjukkan gejala penyakit pada dua hari hingga empat minggu setelah terinfeksi.

Gejala yang akan dialami oleh orang yang terinfeksi bakteri ini akan mengalami demam, sakit kepala, mual, muntah, tidak nafsu makan, diare, mata merah, nyeri otot, sakit perut, dan bintik-bintik merah pada kulit yang tidak hilang saat ditekan.

Selain itu, penyakit ini dapat menular dengan cara kontak langsung antara kulit dengan urin atau air dan tanah yang telah terkontaminasi hewan pembawa bakteri Leptospira dan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Leptospira.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dapat dicegah dengan memakai pakaian pelindung, sarung tangan, sepatu bot, pelindung mata, serta menutup menutup luka saat berada di area yang berisiko menyebarkan bakteri Leptospira.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan air yang terkontaminasi.

Selain itu, kebersihan air minum  dan makanan perlu diperhatikan. Tak hanya itu, menjaga kebersihan tubuh seperti dengan cuci tangan serta menjaga kebersihan lingkungan.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore