Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 03.14 WIB

Mengenal ‘Sindrom Nasi Goreng’ yang Dapat Menyebabkan Kematian, Jangan Lagi Memasak Nasi dengan Cara Ini!

Ilustrasi nasi goreng. (Istimewa)

JawaPos.com – Sejak tahun 1965, Eropa telah mengalami banyak wabah penyakit bawaan makanan yang berhubungan dengan keracunan makanan atau penyakit yang disebabkan oleh konsumsi susu, es krim, ikan, daging, dan unggas yang dimasak, serta sup dengan daging dan sayuran.

Istilah ‘Sindrom Nasi Goreng’ berasal dari kasus pertama yang dilaporkan mengenai kontaminasi bakteri Bacillus cereus pada hidangan nasi goreng di sebuah restoran Cina.

Hidangan nasi, merupakan makanan pokok yang popular di negara-negara Asia dan Eropa, seperti Cina, Taiwan, Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia, Korea Selatan, dan lainnya.

Nasi terkadang dimasak terlebih dahulu dan kemudian dibiarkan dingin pada suhu ruang selama berjam-jam atau bahkan semalaman.

Waktu penahanan yang lama pada suhu ruangan tersebut memberikan banyak waktu bagi bakteri Bacillus cereus untuk mengontaminasi beras dan berkembang biak dalam jumlah besar.

Bacillus cereus memiliki sesuatu yang tidak dimiliki bakteri lain yaitu dapat membentuk spora yang juga banyak ditemukan di tanah dan lingkungan.

Jika terkontaminasi bakteri ini, dapat menghasilkan racun yang menyebabkan keracunan makanan.

Bakteri Bacillus cereus merupakan agen penyebab ‘Sindrom Nasi Goreng’ yang mengontaminasi makanan bertepung dan makanan kaya protein.

Dampak dari bakteri Bacillus cereus dapat menyebabkan muntah, dan diare atau menyebabkan penyakit gastrointestinal.

Selain itu, racun yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus dalam makanan bertepung tahan terhadap panas dan tidak mudah rusak saat dimasak, meskipun nasi goreng dihangatkan kembali.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore