Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 November 2023 | 14.30 WIB

Susahnya Mendorong Perokok untuk Berhenti, Ternyata Ini Alasan di Balik Adiktifnya Rokok

Ilustrasi rokok yang dijual di pasar ritel. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi rokok yang dijual di pasar ritel. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Berada di sekitar perokok mungkin membuat kita bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat mereka mulai merokok?

Dikutip dari American Cancer Society, kebanyakan orang mulai merokok karena melihat lingkungan sekitarnya yang merokok dan menganggap bahwa hal itu 'keren'.

Semua berawal dari 'coba-coba' hingga akhirnya mereka pun ketagihan dengan mengisap batang adiktif itu.

Selain itu, dilansir oleh JawaPos.com dari American Cancer Society, industri rokok melakukan upaya yang besar-besaran dalam mempromosikan produk mereka.

Dalam mempromosikan produknya, industri rokok menghabiskan triliunan rupiah untuk membuat iklan yang menggambarkan bahwa merokok itu 'keren' dan aman.

Tren terbaru dalam merokok di zaman sekarang adalah adanya rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan vape.

Dalam sebuah artikelnya, American Cancer Society menyatakan bahwa vape atau rokok elektrik sering disalahpahami sebagai alternatif merokok yang lebih aman.

Padahal sebenarnya, vape juga mengandung zat adiktif yang bisa membuat para penggunanya ketagihan.

Lalu, zat apakah yang membuat rokok tradisional dan vape menjadi adiktif sehingga para perokok kesulitan untuk berhenti?

Dikutip dari US Food and Drug Administration, zat yang membuat rokok adiktif terkandung dalam tanaman tembakau yang digunakan sebagai bahan baku rokok.

Tanaman tembakau itu mengandung zat bernama nikotin yang bisa menyebabkan para perokok ketagihan.

Hal itu karena nikotin bisa menyebabkan perubahan cara berpikir manusia di dalam otaknya, sehingga perokok akan terus-menerus ingin mengisap rokok.

US Food and Drug Administration juga menjelaskan bahwa beberapa produk berbahan tembakau seperti rokok, sengaja dirancang untuk menyalurkan nikotin ke otak dalam hitungan detik.

Kemudian, setelah nikotin tersalurkan ke otak, si perokok akan menjadi lebih cepat merasa ketagihan dengan rokok.

Adiksi yang disebabkan nikotin cukup tinggi, sehingga hanya sedikit dari para perokok yang benar-benar berhasil berhenti tanpa bantuan ahli.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore