Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2023 | 23.55 WIB

Bertahan Hampir 6 Minggu, Pasien Kedua yang Menerima Transplantasi Jantung Babi Meninggal Dunia

Sosok Lawrence Faucette bersama sang istri, Ann sebelum menerima transplantasi jantung babi. - Image

Sosok Lawrence Faucette bersama sang istri, Ann sebelum menerima transplantasi jantung babi.

JawaPos.com – Lawrence Faucette (58), pasien kedua yang menerima transplantasi jantung babi meninggal dunia setelah hampir enam minggu bertahan.

Dilansir dari Los Angles Times, Sabtu (4/11), Lawrence Faucette menerima transplantasi jantung babi tersebut sejak 20 September dan meninggal pada Senin, 30 Oktober.

Menderita penyakit jantung terminal atau stadium akhir, membuat Lawrence Faucette harus menerima transplantasi jantung babi karena dianggap tidak memenuhi syarat untuk transplantasi jantung manusia.

Awalnya, transplantasi berjalan dengan baik dan terlihat sehat, namun dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda penolakan.

“Kami berduka atas kehilangan Tuan Faucette, seorang pasien, ilmuwan, veteran angkatan laut, dan seorang pria berkeluarga yang luar biasa yang hanya ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama istri, putra-putranya, dan keluarga tercintanya,” kata Bartley P. Griffith, ahli bedah yang melakukan transplantasi di Pusat Medis Universitas Maryland di Baltimore.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh rumah sakit, istri Faucette yakni Ann berkata bahwa Faucette tahu ia tidak punya banyak waktu untuk bersama dengan keluarganya.

Alhasil, menerima transplantasi jantung babi adalah kesempatan terakhirnya melakukan sesuatu untuk orang lain.

Upaya transplantasi organ hewan ke manusia disebut dengan xenotransplantasi. Selama beberapa dekade, pencangkokan tersebut mengalami kegagalan karena sistem kekebalan tubuh manusia yang segera menghancurkan jaringan asing tersebut.

Para ilmuwan akhirnya mencoba kembali menggunakan babi yang dimodifikasi secara genetik untuk membuat organ mereka lebih mirip manusia, agar kecil kemungkinan memicu penolakannya.

Banyak ilmuwan berharap jika suatu hari nanti xenotransplantasi dapat membantu mengatasi kekurangan sumbangan organ manusia, karena lebih dari 100.000 orang di Amerika masuk dalam daftar nasional untuk menunggu transplantasi organ.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore