
Pixabay
JawaPos.com - Keripik kentang merupakan camilan paling umum saat sedang bekerja atau bersantai. Jika berlebihan, harus ingat bahwa ada beberapa efek buruk dari makanan ini, khususnya bagi kesehatan.
Jika terlalu banyak makan keripik kentang, seseorang wajib mengamati beberapa perubahan yang mengkhawatirkan dalam tubuhnya. Terutama jika makan banyak camilan asin dan berlemak ini setiap hari. Berikut 5 kondisi kesehatan yang bisa diakibatkan karena terlalu banyak makan keripik kentang seperti dilansir dari Science Times, Jumat (22/1).
1. Tekanan Darah Tinggi
Tentunya tidak ada yang ingin mengalami tekanan darah tinggi terutama yang mengarah pada dampak kesehatan lainnya seperti demensia dan penyakit jantung. Jika sering makan keripik, seseorang memiliki risiko menderita hipertensi yang juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi.
Ini karena kadar natrium tinggi yang ditemukan di setiap porsi keripik. Menurut Harvard Medical School dan Cleveland Clinic, kandungan garam dari camilan ini sangat mengganggu kestabilan kadar natrium dibandingkan dengan makanan lain.
2. Kanker
Sekantong keripik kentang favorit dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker. Menurut American Cancer Association, akrilamida, bahan kimia yang muncul dalam makanan olahan mengandung sifat karsinogenik yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker. Bahkan efek karsinogen pada keripik kentang berisiko tinggi seperti nikotin. Asap rokok dan keripik kentang mengandung karsinogen, yang membawa bahaya bagi kesehatan.
3. Stroke
Griffin Health menetapkan bahwa keripik kentang mengandung banyak kolesterol. Jika ada anggota keluarga dengan riwayat stroke, cobalah menghindari camilan seperti itu. The Mayo Clinic mengatakan, timbunan lemak yang ditinggalkan oleh makanan yang kaya kolesterol, mengakibatkan penyumbatan di arteri yang kemudian dapat menyebabkan stroke.
4. Depresi
Salah satu efek samping dari rutin mengonsumsi keripik kentang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik. Dengan memanjakan diri dalam kantong keripik ini, kita menempatkan kesehatan mental dalam risiko. Sebuah studi pada 2016 yang diterbitkan oleh US National Library of Medicine menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi lemak trans menyebabkan kemungkinan depresi.
5. Penambahan Berat Badan
Tidak mengherankan lagi bahwa keripik dapat menyebabkan penambahan berat badan yang besar. Mengingat keripik memiliki banyak kalori kosong dan cukup mudah untuk makan berlebihan.
Sebuah penelitian yang diterbitkan New England Journal of Medicine secara langsung mengaitkan makanan ringan seperti keripik dengan perubahan berat badan yang ekstrem.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=DOQ6-yyTA5A

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
