
Ilustrasi pengecekan tekanan darah, mengecek tekanan darah sangat penting untuk menghindari resiko hipertensi. (Istimewa)
JawaPos.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah penderita cukup banyak di Indonesia. Untuk mengurangi resikonya, dengan menjaga pola hidup sehat. Meskipun begitu gejala hipertensi sejatinya bisa dihilangkan sejak remaja. Caranya rutin melakukan deteksi dini.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospitals Silampari dr Sartika Sadikin SpPD menyampaikan ada sejumlah syarat untuk menghilangkan gejala darah tinggi sejak usia remaja. Diantaranya adalah membiasakan pemeriksaan diri terhadap tekanan darah pada tubuh.
’’Termasuk membiasakan asupan pola gizi sehat dan olahraga teratur,’’ katanya kepada wartawan Senin (18/1). Dia menjelaskan jika hipertensi tidak terdeteksi secara dini dan tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan stroke. Selain itu hipertensi yang tidak dideteksi secara dini dapat memicu gagal jantung sampai penyakit pada ginjal.
’’Kuncinya adalah membiasakan deteksi dini secara rutin sejak usia remaja,’’ tegas Sartika. Dia menjelaskan kebiasaan deteksi dini bisa dimulai pada usia 18 tahun. Sebab pada usia tersebut, mulai beragam aneka makanan yang dikonsumsi.
Sartika menambahkan hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah pada ukuran 140/90 mmHg atau lebih. Kemudian dianggap tidak wajar apabila tekanan sudah di atas 180/120 mmHg. ’’Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa menyebabkan timbulnya beragam penyakit yang mengancam nyawa,’’ katanya.
Dia juga mengingatkan ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan sebelum pemeriksaan tekanan darah tubuh. Diantaranya adalah mengistirahatkan tubuh terlebih dahulu sekitar lima hingga sepuluh menit. Mengistirahatkan tubuh ini seperti aktivitas naik tangga, berjalan, dan lain-lain.
Kemudian sebelum pemeriksaan sebaiknya menghindari konsumsi kopi, alkohol, atau merokok dalam tempo 30 menit sebelumnya. Konsumsi minuman atau zat-zat tersebut dapat memicu denyut jantung. Dengan tips tersebut, diharapkan pengukuran tekanan darah bisa mengetahui batas ideal. Kemudian masyarakat juga sebaiknya mengurangi konsumsi kadar garam berlebihan.
Sartika juga mengatakan selama ini hipertensi memiliki istilah silent killer. Atau penyakit yang membunuh secara perlahan atau diam-diam. Ini karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apapun. Hingga pada kondisi tertentu tekanan darahnya terlalu tinggi dan mengancam nyawa. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/RknY8hLReCo

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
