Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Oktober 2023 | 23.57 WIB

Cara Sederhana Kenali Gejala Kelainan Mata Pada Anak, Mulai dari Katarak hingga Juling

ILUSTRASI Pemeriksaan mata. (ANTARA) - Image

ILUSTRASI Pemeriksaan mata. (ANTARA)

JawaPos.com - Kelainan mata pada anak bisa dideteksi dan dikenali oleh para orang tua sejak usia dini. Sehingga, penanganannya juga segera dilakukan jika ditemukan ada kelainan.

Dilansir dari ANTARA, Senin (9/10), Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, dr. Anna Puspitasari Bani Sp.M(K), mengatakan, orang tua memiliki peran untuk mengenali kelainan mata pada anaknya. Sebab orang tua yang paling banyak menghabiskan waktu bersama. Terlebih pailing tahu tentang riwayat kelahirannya.

Orang tua yang menghabiskan waktu paling lama dengan anak, sejak lahir, riwayat kelahirannya misalnya prematur, itu harus membuat orang tua lebih perhatian pada penglihatan anak,” kata Anna dalam diskusi kesehatan tentang mata yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Diungkapkan dr. Anna, ada beberapa cara melihat kelainan pada mata anak, yang bisa dimulai sejak usia bayi. Sepertimelihat respons anak saat bayi ketika dihadapkan pada cahaya. Respons yang baik adalah anak akan mengedip. Tapi jika tidak ada respons orang tua perlu waspada.

Cara selanjutnya adalah melihat kejanggalan pada bola mata anak seperti juling atau ada bercak putih pada bagian hitam mata. Selain itu, jika anak sudah beranjak besar, perhatikan posisi kepala yang selalu miring dan menonton TV selalu dengan jarak dekat.

“Jika sudah usia sekolah kalau belajar menulis selalu mencong (miring) atau ada huruf yang hilang. Satu lagi koordinasi gerak misalnya tidak bisa main bola tangkap, ini secara umum yang bisa menjadi alarm orang tua,” ucap Anna.

Jenis Gangguan Mata

Selain itu, gangguan mata ada beberapa jenis, dilihat dari masalah keruh pada mata atau yang dikenal sebagai katarak yang bisa dibawa sejak lahir, fungsi system saraf dan masalah kedudukan mata yang tidak seimbang.

Mata bekerja sesuai dengan apa yang otak terjemahkan sebagai penglihatan. Gangguan bisa terjadi pada rusaknya sistem saraf mata yang menghubungkan ke otak sehingga sinyal-sinyal elektrik untuk melihat menjadi terganggu.

Selain itu juga adanya gangguan pada kedudukan mata seperti juling yang bisa dibawa sejak lahir maupun berkembang saat dewasa.

Faktor lain yang menyebabkan gangguan mata pada anak, kata Anna ,juga bisa disebabkan karena faktor genetik yang menyebabkan progres bertambahnya minus lebih cepat, kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan gawai pada anak dan minimnya kegiatan di luar ruangan.

“Dibanding anak zaman dulu, anak zaman sekarang main outdoor (luar ruangan)-nya lebih jarang daripada kita zaman dulu. Jadi pekerjaan dengan melihat dekat sangat intens sekali, mengerjakan tugas dan sebagainya tapi memang begitu zamannya berubah,” ucap Anna.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore