
Perilaku perundungan pada anak dibawah umur (freepik.com)
JawaPos.com - Kasus perundungan atau dikenal dengan 'Bullying' mulai marak terjadi pada anak dibawah umur.
Kasus perundungan ini tidak hanya dilakukan pada usia yang sama. Belakangan ini terjadi perundungan yang dilakukan siswa kepada gurunya.
Perundungan sering terjadi pada seorang anak yang dilakukan oleh temannya sendiri.
Sangat memilukan melihat anak mengalami sakit fisik dan emosional.
Perundungan terjadi secara langsung dan bahkan perundungan dilakukan di media sosial atau cyberbullying.
Perundungan dapat diidentifikasi melalui tiga hal ini yaitu sengaja menyakiti, dilakukan secara berulang-ulang dan terdapat perbedaan kekuasaan.
Pelaku perundungan dapat melukai korbannya baik secara fisik maupun melalui kata-kata yang menyakitkan.
Perundungan bukan insiden yang terjadi sekali-kali. Namun pola perilaku ini dilakukan secara terus-menerus.
Pelaku biasanya memiliki kekuasaan tinggi seperti anak yang lebih besar, lebih kuat, ditakuti dan dianggap populer.
Sering kali kekuasaan disalahgunakan untuk menyudutkan yang lebih lemah atau seseorang yang tidak sejalan dengan keputusannya.
Korban perundungan biasanya terjadi pada anak-anak yang berasal dari kalangan kebawah, masyarakat terpinggirkan, anak dengan ukuran tubuh yang berbeda, penyandang disabilitas dan anak-anak migran atau pengungsi.
Baca Juga: Jangan Panik! Simak Pertolongan Pertama untuk Menolong Seseorang yang Alami Serangan Jantung
Orang tua perlu mengamati emosi anaknya, karena kebanyakan seorang anak yang menjadi korban perundungan takut mengungkapkan kekhawatirannya. Tanda seorang anak mengalami perundungan diantaranya :
1. Terdapat luka fisik seperti memar, goresan, patah tulang bahkan luka dalam penyembuhan.
2. Cemas, gelisah dan takut untuk berangkat sekolah atau mengikuti kegiatan sekolah.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
