
DIPANTAU KETAT: Seorang pasien melakukan terapi untuk prevensi dan rehabilitasi kardiovaskular di RS Husada Utama.
Perlu pendekatan komprehensif untuk menangani penyakit jantung. Dengan begitu, penderita tidak mengalami kambuhan berulang. Salah satunya mengenalkan layanan prevensi dan rehabilitasi kardiovaskular (PRK).
---
SELAMA ini, belum banyak orang yang tahu tentang layanan PRK di sejumlah rumah sakit. Padahal, layanan rehabilitasi medik jantung tersebut berperan penting dalam kesembuhan pasien penyakit jantung pembuluh darah.
’’Layanan PRK ini 25 persen dapat mencegah kambuh dari penyakit jantung. Layanan itu bisa untuk penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga penyakit jantung bawaan. Kecuali stroke,” jelas dr Dyana Sarvasti SpJP(K).
Dokter spesialis jantung Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) itu mengatakan, selama ini masyarakat awam lebih mengenal rehabilitasi medik yang di dalamnya disupervisi oleh kedokteran fisik dan rehabilitasi. Rehabilitasi medis membantu kesembuhan pasien patah tulang hingga stroke.
”Sementara, layanan PRK di dalamnya disupervisi langsung oleh pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang memiliki keahlian khusus,” katanya.
Dyana menuturkan, rehabilitasi jantung adalah program latihan dan edukasi yang dibuat secara khusus untuk pasien jantung. Program tersebut didesain untuk meningkatkan kesehatan jantung. Khususnya, setelah mengalami serangan jantung maupun setelah menjalani tindakan intervensi atau operasi jantung.
”Program rehabilitasi jantung di antaranya latihan olahraga, dukungan emosional, dan edukasi tentang perubahan gaya hidup untuk menurunkan risiko penyakit jantung,” ujarnya.
Tujuan program tersebut adalah membantu pasien meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup. Selain itu, juga menurunkan risiko terjadinya masalah pada jantung di kemudian hari dan mencegah perburukan kondisi.
”Dalam layanan prevensi dan rehabilitasi kardiovaskular (PRK) ada tiga fase,” jelasnya.
Pada fase pertama, lanjut dia, pasien masih dirawat di rumah sakit. Tujuan perawatan itu adalah agar pasien dapat melakukan kegiatan sehari-hari. Layanan tersebut ditujukan kepada pasien pasca terserang penyakit jantung atau operasi jantung.
Pada fase 2, program untuk pasien yang sudah pulang ke rumah. Namun, mereka harus datang ke rumah sakit untuk mengikuti program. Tujuannya, mereka bisa melakukan kegiatan sehari-hari dan kembali bekerja.
Pada fase 2 tersebut, pasien akan bertemu dengan dokter dari berbagai bidang. Mulai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, ke dokteran fisik dan rehabilitasi medik, psikiater atau psikolog, hingga dokter spesialis gizi klinik.
”Biasanya butuh waktu 4–6 minggu untuk layanan PRK,” lanjutnya.
Layanan pada fase 3 khusus pasien yang sudah tuntas latihan di fase 2. Pasien diharapkan mampu melakukan olahraga dan pola hidup sehat. Pada fase tersebut, pasien tidak lagi disupervisi, tetapi sudah dilepas di lingkungannya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
