
Memperingati Hari Jantung Sedunia 2023, YJI dan Perki akan selenggarakan beberapa program seperti kegiatan jalan sehat (Heart Walk) sejauh 7 KM di 8 kota.
JawaPos.com–Hingga saat ini, penyakit jantung masih menempati urutan pertama penyebab kematian tertinggi di Indonesia bahkan di dunia. Menurut data WHO penyakit jantung koroner dan stroke masih menyumbang 16 persen dari penyebab kematian.
Pada 2020 terdapat sekitar 20 juta orang di dunia meninggal karena jantung dan stroke. Diprediksi akan meningkat menjadi 24,2 juta orang pada 2030.
”Penyakit ini merupakan penyakit yang dapat dicegah dan dideteksi secara dini oleh masyarakat,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) dr Radityo Prakoso, Sp.JP(K).
Pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah pada populasi umum dapat dimulai dari modifikasi gaya hidup. Untuk mencegah penyakit jantung tidak hanya pada usia lanjut, tetapi pada semua kelompok umur dianjurkan untuk menghindari gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan berolahraga dalam batas toleransi individu.
Olahraga adalah salah satu cara paling ampuh untuk menjaga kesehatan. Selain bisa meningkatkan daya tahan tubuh, olahraga juga menjadi salah satu ajang rekreasi yang menyehatkan juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
Salah satu aktivitas fisik yang paling mudah dilakukan adalah berjalan kaki. Berjalan dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan.
”Lebih dari itu, berjalan kaki juga bermanfaat besar bagi kesehatan jantung kita,” ujar Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Esti Nurjadin.
Selain modifikasi gaya hidup dan berolahraga, salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit jantung yang dapat dilakukan secara mandiri adalah Menari (Meraba Nadi Sendiri). Sebuah gerakan self-assessment oleh masyarakat terhadap kelainan irama jantung dan bisa dilakukan di mana saja.
Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K) selaku Founder Menari mengatakan, Menari merupakan salah satu cara mudah untuk mengenali atrial fibrilasi serta gangguan irama jantung lain yang diharapkan dapat mencegah komplikasi lebih lanjut seperti stroke dan gagal jantung.
”Kita juga harus mengenali gejala-gejala penyakit jantung seperti cepat lelah, irama jantung tak beraturan, sesak napas, berdebar, kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari, rasa nyeri di dada terasa seperti tertekan dan diikat, pusing, juga rasa mengambang seperti berputar hingga pingsan. Jika kita mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan, jangan ragu untuk konsultasikan ke dokter agar bisa ditangani sesuai kebutuhan,” ujar Yoga Yuniadi.
Memperingati Hari Jantung Sedunia 2023, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) akan menyelenggarakan beberapa program. Seperti kegiatan jalan sehat (Heart Walk) sejauh 7 KM dengan rute membentuk hati yang akan diselenggarakan di Jakarta, Pontianak, Bandung, Medan, Malang, Mataram, Palembang, dan Makassar.
Selain itu, pemecahan Rekor MURI untuk kegiatan pemeriksaan mandiri menilai denyut nadi diri sendiri (Menari) dengan peserta terbanyak yang dilakukan serentak di berbagai kota di Indonesia. Juga sosialisasi kegiatan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada masyarakat umum sebagai kegiatan edukasi dan praktik langsung terhadap para first responders terhadap pasien henti jantung di lapangan.
Tidak hanya itu saja, puncak rangkaian kegiatan diramaikan parade kostum dengan tema Hari Jantung Sedunia dan penampilan spesial dari grup musik RAN di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Kamis (28/9).
Ketua Penyelenggara Heart Walk dan Ketua Bidang Komunikasi dan Promotif Yayasan Jantung Indonesia Mela Sabina mengungkapkan Heart Walk merupakan salah satu komitmen Yayasan Jantung untuk terus memberikan kampanye dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Yakni pentingnya memiliki dan mempertahankan gaya hidup sehat agar terhindar dari risiko penyakit jantung sesuai dengan visi dan misi Yayasan Jantung Indonesia.
”Kegiatan jalan sehat Heart Walk akan dilakukan menempuh jarak sejauh 7 KM dengan rute membentuk hati sebagai simbol bahwa berolahraga secara rutin makan akan membuat Jantung kita sehat,” tambah Mela Sabina.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
