
Ilustrasi osteoporosis. Pexels
JawaPos.com - Osteoporosis adalah kondisi yang menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang dan menyebabkan fraktur (patah tulang)
Menurut dr. Bambang Setiyohadi, Sp.P.D., konsultan reumatologi Universitas Indonesia, osteoporosis lebih rentan diderita perempuan.
Atau dengan kata lain perempuan lebih beresiko terkena osteoporosis daripada pria. Hal ini juga di buktikan berdasarkan data dari kementerian kesehatan.
Dimana dalam data tersebut juga menyatakan setiap bertambhnya umur satu dekade akan meningkatkan osteoporosis 1,4-1,8 kali.
Osteopororsi berkaitan dengan produksi kadar hormon estrogen baik secara langsung maupun tidak langsung.
Secara langsung kadar estrogen yang tinggi mampu meningkatkan formasi tulang dan menghambat pemecahan serta penyerapan tulang oleh osteoklas.
Osteoklas sendiri bekrja dalam memecah jaringan pada tulang dan transfer kalsium dari tulang ke darah.
Baca Juga: Cegah Osteoporosis Dimulai dari Pola Makan
secara tidak langsung hormon estrogen berfungsi dalam penyerapan kalsium di usus dan sekresi hormon paratiroid.
Pascamenopause produksi hormon estrogen akan berkurang dan menyebabkan resorpsi tulang daripada pembentukan tulang.
Penelitian mengenai konsumsi air alkali mampu meningkatkan skor T tulang belakang pada wanita menopause yang menderita osteoporosis.
Air alkali adalah jenis air minum yang memiliki pH basa diatas angka 8, atau disebut dengan air pH 8+.
Hal ini berbeda dengan air minum biasa yang memiliki nilai pH dibawah 7. Air minum dengan pH 8+ mengandung mineral alkali dan ORP negatif.
ORP (Oxidation reduction potential) merupakan kemampuan air untuk bertindak sebagai antioksidan.
Saat ini mulai banyak minuman kemasan dengan pH8+ yang dijual di minimarket. Selain itu, sudah banyak pasien osteoporosis yang menginsumsi air alkali dan mereka merasakan khasiatnya.
Baca Juga: Osteoporosis Tidak Tiba-tiba, Baru Disadari Setelah Ada Patah Tulang
Rutin minum air alkali bagi penderita osteoporosi akan menormalkan tulang kembali dan menghilangkan nyeri pada tulang.
Beberapa efek metabolik terkait konsumsi air alkali yang telah diteliti antara lain adalah penurunan level glukosa, kolesterol, dan trigliserida dalam darah.
Air alkali juga mampu memperbaikan fungsi metabolik dengan cara menekan produksi radikal bebas (pada mencit dengan sindrom metabolik), proteksi sel beta pankreas dari kerusakan oksidatif, serta penurunan kenaikan berat badan pada mencit obese melalui regulasi homeostasis kolesterol.
Akan tetapi, meskipun demikian kamu juga tetap perlu olahraga rutin supaya tulang selalu sehat dan kuat.
Setelah berolahraga, jangan lupa minum air alkali pH8+ untuk kembalikan keseimbangan pH tubuh.
***

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
