Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Agustus 2023 | 21.22 WIB

Jakarta Disebut Miliki Udara Paling Berpolusi di Dunia, Berikut Dampaknya Bagi Kesehatan

Jakarta menempati peringkat pertama miliki udara paling berpolusi di dunia pagi ini menurut laporan IQAir. (Shutterstock) - Image

Jakarta menempati peringkat pertama miliki udara paling berpolusi di dunia pagi ini menurut laporan IQAir. (Shutterstock)

JawaPos.com – Jakarta tengah menjadi sorotan karena memiliki kualitas udara tidak baik. Bahkan, perusahaan teknologi informasi kualitas udara asal Swiss IQair melaporkan Jakarta menempati peringkat pertama sebagai kota yang memiliki kualitas udara paling berpolusi.

Dikutip dari laman IQAir, Kamis (10/8), Jakarta memiliki angka paling tinggi yang menunjukkan bahwa kualitas udara dalam golongan tidak sehat. Skor yang dimiliki mencapai 164 dan berada pada garis merah.

Polusi udara adalah kondisi di mana udara di lingkungan menjadi tercemar oleh zat-zat berbahaya atau polutan. Banyaknya kendaraan pada Ibu Kota Indonesia itu dapat menjadi salah satu penyebab tercemarnya udara.

Dampak polusi udara bagi kesehatan manusia dapat sangat serius. Udara yang tercemar akan menghasilkan zat-zat berbahaya seperti partikel debu, gas seperti nitrogen dioksida dan sulfur dioksida dan lainnya.

Dikutip dari laman World Health Organization, Kamis (10/8), udara tercemar yang dihirup oleh manusia akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Paparan jangka panjang terhadap polutan udara dapat menyebabkan masalah pernapasan, seperti asma, bronkitis, dan bahkan penyakit paru-paru kronis.

Efek kesehatan dari polusi udara sangat serius, seperti lami kematian akibat stroke, kanker paru-paru, dan penyakit jantung disebabkan oleh polusi udara. Efek polusi udara dapat setara dengan merokok tembakau.

Polutan mikroskopis di udara dapat melewati pertahanan tubuh kita, menembus kedalam sistem pernafasan dan peredaran darah, merusak paru-paru, jantung, hingga otak.

Polusi sendiri terdapat dua jenis utama yaitu polusi udara ambien (polusi luar ruangan) dan polusi udara rumah tangga (atau dalam ruangan). Polusi udara rumah tangga membunuh 4 juta orang per tahun dan cenderung mempengaruhi negara-negara di Afrika dan Asia.

Memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan, World Health Organization menyarankan beberapa cara untuk membatasi menghirup udara tercemar, diantaranya:

  1. Batasi berjalan selama jam sibuk dan jika membawa anak kecil, cobalah untuk mengangkatnya di atas tingkat knalpot kendaraan.
  2. Saat melakukan aktivitas fisik di luar ruangan, cobalah berolahraga di area yang tidak terlalu tercemar
  3. Batasi penggunaan kendaraan di hari-hari yang sangat tercemar dan beralih menggunakan transportasi yang ramah lingkungan
  4. Jangan membakar sampah karena asap yang dihasilkan merusak kesehatan kita
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore