Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Desember 2015 | 02.59 WIB

Jangan Terpaku Masa Lalu, Kita tak Tahu Kehendak Tuhan

Jangan Terpaku Masa Lalu, Kita tak Tahu Kehendak Tuhan - Image

Jangan Terpaku Masa Lalu, Kita tak Tahu Kehendak Tuhan

Konsultasi Kejiwaan



Dokter, saya ingin menceritakan masalah saya. Saya mengalami gangguan jantung PJB kompleks VSD, ASD, PDA, dan PHT pulmonal berat. Saya berobat di Surabaya sejak 2011.



Kebetulan, saya pasien privat Prof Y. Pada Agustus 2014, saya sempat menjalankan operasi lewat kateterisasi, namun gagal. Tim dokter jantung RSUD dr Soetomo juga sempat mengadakan rapat untuk tindakan operasi besar.



Kesimpulan mereka, saya tidak dapat menjalani operasi tersebut karena kondisi saya tidak memungkinkan. Jika tetap dilakukan, operasi tersebut akan membahayakan nyawa saya.



Salah seorang dokter PPDS sempat mengatakan bahwa ada satu tindakan yang dapat menolong, yaitu operasi transplantasi jantung. Saya sangat shock, Dok.



Hanya saya dan ibu saya yang mengetahui hal ini. Bahkan, ayah saya tidak diberi tahu. Saya tidak ingin membuat keluarga sedih.



Saat ini, saya berusia 21 tahun dan sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Lumajang. Bagaimana cara untuk menjaga semangat saya agar tidak goyah dan tidak mudah berputus asa? Terima kasih.



DA, Lumajang



Jawaban



SAYA bisa memahami apa yang kamu rasakan. Tapi, agar ada kepastian tentang apa yang dikatakan dokter tersebut, sebaiknya dikonfirmasi kepada Prof Y. Atau, lakukanlah second opinion.



Dokter juga manusia yang bisa membuat kekeliruan. Jadi, bisa saja diagnosis berbeda. Sebagai pasien, Anda juga berhak mendapatkan informasi lengkap tentang penyakit Anda.



Namun, beberapa masalah mental-emosional dapat memicu atau menambah parahnya sakit jantung yang diderita.



Bila stres atau khawatir terus-menerus itu lantas menjadi decompencated dan muncul depresi, kecemasan yang berlebihan sampai serangan panik.



Juga faktor bagaimana Anda berinteraksi dengan lingkungan: apakah mengasingkan diri dari pergaulan, kurang mempunyai dukungan sosial, dan sedikit mempunyai teman akrab. Itu semua akan merugikan kondisi Anda.



Jadi, bagaimana? Apakah Anda memilih hidup penuh kekhawatiran atau melewati waktu yang tidak tahu sampai kapan ini dengan lebih tidak menambah penderitaan?

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore