Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juli 2023 | 17.54 WIB

Kurang Tidur Berbahaya Bagi Tubuh Serta Emosi, Begini Cara Mencegahnya

Ilustrasi: Kurang tidur

 
 
JawaPos.com - Tidur larut malam bagi sebagian orang sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Alasannya, saat malam tiba bisa membantu beberapa orang untuk fokus bekerja. Namun sebenarnya, kurang tidur atau sleep deprived berbahaya bagi tubuh serta emosi.
 
Dikutip dari healtline, berikut tanda-tanda apabila kita kurang tidur:
 
-Rasa kantuk yang berlebihan
-Sering menguap
-Mudah tersinggung
-Kelelahan di siang hari
 
 
Penyebab Kurang Tidur atau Sleep Deprived
 
Dorongan seperti mengkonsumsi kafein (teh dan kopi), makanan manis, junk food di malam hari, juga dapat memperburuk kondisi tubuh lebih sulit tidur di malam hari. Gangguan ini menyebabkan munculnya diabetes melitus dan obesitas.
 
Resiko Kurang Tidur atau Sleep Deprived
 
Dikutip dari Health Line, kurang tidur atau sleep deprived akan membuat mental menjadi tidak stabil dan dapat membahayakan kesehatan fisik. Penelitian telah membuktikan, kurang tidur dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan hingga sistem kekebalan tubuh yang lemah.
 
Sebuah studi jurnal pada tahun 2010 dari National Center for Biotechnology Information, menemukan bahwa tidur larut malam meningkatkan risiko kematian dini.
 
Resiko pada Sistem Saraf Pusat
 
Kurang tidur juga berdampak negatif pada kemampuan mental dan kondisi emosional. Kamu mungkin merasa lebih tidak sabar atau suasana hati yang cepat berubah. 
 
Hal ini juga dapat mengganggu proses pengambilan keputusan dan kreativitas. Kamu mungkin juga akan sering tidur singkat di siang hari. Selama episode ini, kamu akan tertidur selama beberapa menit hingga detik tanpa disadari.
 
Jika kurang tidur berlangsung cukup lama, kamu dapat mengalami halusinasi seperti melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Kurang tidur juga dapat memicu mania pada orang yang memiliki gangguan suasana hati (bipolar).
 
Risiko psikologis lainnya meliputi:
 
-Perilaku impulsif (bertindak tanpa berpikir)
-Kecemasan
-Depresi-
-Paranoid
-Pikiran untuk bunuh diri
 
Resiko pada Sistem Kekebalan Tubuh
 
 
Kurang tidur mencegah sistem kekebalan tubuh membangun kekuatannya. Jika tidak cukup tidur, tubuh mungkin tidak bisa menangkis serangan penyakit, dan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit.
 
Resiko pada Sistem Pernafasan
 
Ketika terjaga sepanjang malam, hal ini dapat menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap infeksi pernapasan seperti pilek dan flu. Kurang tidur juga dapat memperburuk penyakit pernapasan yang sudah ada, seperti penyakit paru-paru kronis.
 
Pencegahan untuk Kurang Tidur atau Sleep Deprived, yaitu:
 
-Membatasi tidur siang (atau menghindarinya sama sekali).
-Menahan diri dari kafein (kopi atau teh) di sore hari atau setidaknya beberapa jam sebelum waktu tidur.
-Tidur pada jam yang sama setiap malam.
-Bangun pada waktu yang sama setiap pagi.
-Berpegang teguh pada jadwal tidur selama akhir pekan dan hari libur.
-Menghabiskan satu jam sebelum tidur untuk melakukan aktivitas santai, seperti membaca, bermeditasi, atau mandi.
-Menghindari makanan berat dalam beberapa jam sebelum tidur.
-Menahan diri untuk tidak menggunakan perangkat elektronik tepat sebelum tidur.
-Berolahraga secara teratur, tetapi tidak pada jam-jam malam menjelang waktu tidur.
-Mengurangi asupan alkohol.
 
 
Sudah melakukan pencegahan sudah dilakukan, tetapi masih belum berpengaruh?
Jika diperlukan, temui dokter atau dokter spesialis gangguan tidur untuk mendiagnosis dan mengobati kemungkinan gangguan tidur.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore